Kamis, 29 Oktober 2026
IKLAN / ADVERTORIAL
Poso Raya - FDP 2026
Pendidikan & Budaya

Asap Karhutla Mengancam, Pembelajaran di Morut Dialihkan

Asap Karhutla Mengancam, Pembelajaran di Morut Dialihkan

POSO RAYA, MORUT - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memaksa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi daring mulai Kamis, 29 Oktober 2026. 

Kebijakan ini diambil menyusul kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat demi melindungi kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik.

Pengalihan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4/292/DISDIKBUD/X/2026 tertanggal 28 Oktober 2026. Kebijakan berlaku bagi seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta, hingga waktu yang belum ditentukan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Morowali Utara, Bernoulli Tanari, mengatakan keputusan itu didasarkan pada pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang menunjukkan kondisi tidak sehat.

β€œKeselamatan dan kesehatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan menjadi pertimbangan utama. Karena itu, pembelajaran dialihkan ke sistem daring sampai kondisi kualitas udara dinilai aman,” kata Bernoulli.

Ia menegaskan, sekolah tetap wajib memastikan proses belajar berjalan meski tanpa pertemuan langsung. Kepala sekolah dan guru diminta menyiapkan materi, menyusun jadwal, mencatat kehadiran serta hasil belajar siswa, dan melaporkan pelaksanaannya secara berkala kepada dinas.

IKLAN / ADVERTORIAL
Jasa Bikin Aplikasi Web

β€œKami meminta seluruh sekolah menjalankan pembelajaran daring secara teratur. Kebijakan ini dapat diperpanjang atau dicabut berdasarkan perkembangan kabut asap dan data kualitas udara,” tukasnya.

Selama kebijakan berlaku, kegiatan ekstrakurikuler, perlombaan, dan aktivitas yang mengundang keramaian di lingkungan sekolah ditunda. Guru dan tenaga kependidikan yang harus hadir untuk koordinasi diwajibkan menerapkan protokol kesehatan, termasuk menggunakan masker.

"Kami meminta orang tua juga memantau kesehatan anak dan membatasi aktivitas di luar rumah," tandasnya.

Pemerintah berharap langkah tersebut dapat menekan risiko paparan asap sekaligus menjaga keberlangsungan pendidikan di Morowali Utara.(CHEM)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman:
R
Jurnalis / Kontributor

Redaksi

Jurnalis peliput di Portal Berita Poso Raya.

Berita Terkait Lainnya