Tiga Dosen Unsimar Poso Terapkan Metode Pembelajaran Berbasis Cerdas

0
238
Foto bersama tiga dosen FKIP Unsimar Poso bersama siswa SD 12 Poso usai menggelar sosialisasi penerapan metode pembelajaran berbasis Cerdas

POSO RAYA–  Tiga orang dosen dari jurusan FKIP Unsimar Poso menggelar sosialisasi penerapan metode pembelajaran berbasis karakter Cerdas untuk para siswa dan guru- guru yang berada di SDN 12 Poso. Senin 9 Oktober 2017.

Para dosen itu Gitit IP Wacana, S.S, M. Hum, Sartika Andi Patau, S.Pd, M.PD dan Shelvy F Rurua, S.PD, M.Pd yang sebelumnya sudah melakukan penelitian mengembangkan model pembelajar berbasis karakter Cerdas.

Dimana penelitian ini adalah bentuk sumbangsih para dosen FKIP Unsimar Poso bagi pendidikan di tana Poso yang di dukung oleh Dinas Bapedda Poso.

Sartika Andi Patau menyampaikan, di harapkan melalui model pembelajaran ini guru-guru dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (Ceria), membuat siswa menjadi pribadi yang berbudi pekerti (Elok), menjalin interaksi yang baik antara guru dan siswa (Elok), menjalin kerukunan (Damai), siswa mendapatkan hasil belajar sesuai dengan pengalamannya (adil), siswa belajar tanpa tekanan shgga memiliki pengalaman belajar (sejahtera).

“Outputnya siswa dapat dihasilkan sebgai generasi yang cerdas baik iq (pengetahuan), eq (emosional) dan sq (spiritual),” ujar Sartika.

Sartika mengatakan, jika dari hasil penerapan tadi siswa terlihat antusias dan termotivasi dalam menerima materi yang di berikan. Bahkan kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh Bupati Poso.

Tak hanya siswa dan guru, sosialisasi tersebut juga di hadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Poso bersama Kepala Bidangnya, ketua PGRI, kepala UPTD Poso Kota Selatan, pengawas SD, dan kepala sekolah.

Sartika menambahkan, Kadis Pendidikan dengan senang hati menerima inovasi yang sudah di berikan di dunia pendidikan melalui model pembelajarn Cerdas dan bersedia untuk menerima ide, saran dan kreativitas untuk memajukan pendidikan bagi tana Poso.

“Kami ingin para siswa dapat belajar dengan suasana hati yang gembira, serta gurunya dapat berperan sebagai guru model,” ucap Sartika yang didampingi dosen lainya Gitit. (PR)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY