“Abu Bakar” Tukang Sol Sepatu Yang Setia Dengan Pekerjaanya

0
31
Abu Bakar Saat melakukan aktifitas menjahit sepatu pesanan pelanggan

Dua Puluh Tahun Buka Usaha, Mampu Membiaya Enam Anaknya

POSO RAYA– Tukang sol atau penjahit sepatu dan sandal yang berada di pinggiran Jalan Pulau Kalimantan, Kelurahan Gebang Rejo setiap hari berpenghasilan Rp. 100 ribu.

Ia adalah Abu Bakar (49) warga Kelurahan Bonesompe, Kecamatan Poso Kota Utara merupakan tukang sol penjahit sepatu dan sendal yang setiap harinya membuka jasa menjahit.

Pekerjaan yang ia guluti sudah tujuh belas tahun sejak tahun 2000 itu, sangat bersyukur karena dapat membiaya sekolah enam anaknya.

“Allhamdulilah dengan pekerjaan ku ini, saya bisa membiaya keluarga dan anak saya,” ucap Abu Bakar yang ditemui Poso Raya Minggu 10 September 2017.

Dirinya mengaku, penghasilan yang di dapati setiap hari beromset Rp.100 ribu rupiah. Jika sedang ramai orderan penghasilan bisa naik menjadi Rp. 250 ribu sehari.

Abu Bakar bekerja dari pukul 8 pagi hingga 5 sore mengatakan, jika hari-hari besar seperti lebaran, natal dan tahun baru pendapatannya bisa meningkat.

“Kalau lebaran atau natal pendapatan saya bisa sampai Rp250 ribu sehari, yang datang menjahit campur, ada orang kantoran, sekolahan, hingga anak kuliahan,” ujar pria humoris itu.

Menurutnya, menjadi tukang sol sepatu tidak susah. Hanya bermodalkan benang khusus, alat pemotong, dan lem. Bekerja pun santai dan tidak ada yang memerintah.

Sebelum membuka usaha sendiri, awalnya dirinya belajar menjahit secara otodidak saat masih bekerja membantu kakaknya yang juga seorang penjahit sepatu dan sandal.

Karena mendapat pembelajaran menjahit dari pengalaman, dirinya pun memutuskan untuk membuka usaha menjahit sendiri hingga saat ini.

Kata Abu Bakar, semua penjahit memasang tarif sama. Ongkos jahit sandal Rp15 ribu, harganya pun bisa naik tergantung keruskan sepatu maupun sandal.

“Saya betah dengan pekerjaan ini dan tidak mau pindah tempat lagi, sudah banyak langganan,” jelasnya.

Dirinya berpesan, dalam bekerja harus mencintai pekerjaan. Karena ketika kita mencintai pekerjaan, semua akan terasa indah dan menyenangkan.

“Intinya kita harus mencintai pekerjaan kita agar pekerjaan yang kita guluti berjalan baik dan selalu semangat,” ucapnya. (PR)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY