Tanpa Malu, Ain Tiara Srikandi Pengantar Koran Poso Raya

0
52

POSO RAYA– Memiliki wajah manis dan postur tubuh yang ideal, tak membuat Ain Tiara Brigita Pole (16), yang lahir 20 Agustus 2001, malu untuk menjalani pekerjaannya sebagai pengantar Koran (Loper) dan marketing koran Poso Raya. Ain, sapaan akrabnya, juga ikut membantu Poso Raya, dalam bidang marketing dan promosi di daerah Lore Timur, Desa Winowanga. Pekerjaan tersebut sudah dilakoni Ain, sejak tiga bulan terakhir ini.

Foto: Ain Tiara Brigita Pole
Foto: Ain Tiara Brigita Pole

“Siapa bilang hanya laki-laki yang bisa antar-antar Koran (loper-red)? Wanita juga bisalah. Saya jalani pekerjaan ini juga atas kemauan sendiri,” ungkap Ain.

Walaupun masih berstatus pelajar kelas Dua di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Ain tetap santai dalam menjalankan pekerjaannya tersebut.

“Saya mau menegaskan, walaupun saya masih berstatus pelajar, saya tidak malu untuk menjalankan profesi ini. Profesi ini juga tidak mengganggu proses belajar saya di sekolah. Malah profesi ini, saya jadikan pembelajaran untuk bisa mandiri tidak tergantung dari orangtua. Banyak anak-anak muda di luar sana, hanya tau meminta uang sama orangtuanya. Tapi saya tidak begitu,” tegas Ain.

“Saya juga malah bertekad, untuk mempromosikan dan memasarkan koran Poso Raya sampai ke pelosok-pelosok desa yang ada di sekitaran Napu” lanjut Ain.

Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Umum Poso Raya, Rusli Suwandi menjelaskan, jika tanpa marketing dan promosi, suatu perusahaan Koran tidak dapat berjalan dengan baik. Sebab tanpa mereka, tak ada yang memasarkan Koran yang sudah dicetak.

“Marketing (loper-red) dan bagian promosi, merupakan hal paling urgen di dalam satu industry Koran. Jika keduanya tidak berjalan, bagaimana Koran itu bisa dikenal dan diminati masyarakat? Saya juga berterima kasih kepada Ain, karena sudah membantu Poso Raya dalam hal marketing dan promosi. Walupun Ain masih bersatus pelajar, dia tidak malu menjalani profesi tersebut. Apalagi mengantarnya hingga ke pelosok desa. Saya sangat mengapresiasi Ain dalam menjalankan tugasnya,” jelas Uly, sapaan akrab Rusli Suwandi.

Uly juga menghimbau kepada generasi muda yang ada, untuk menjadikan Ain sebagai contoh positif. Agar generasi muda saat ini, bisa belajar mandiri. (TON/PAN)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY