Morut Kekurangan Guru

0
29
Foto: Para sarjana Universitas Negeri Malang yang telah selesai melakukan tugas mengajar di wilayah terpencil Morut selama setahun. Mereka dilepas Pemkab Morut untuk kembali ke asalnya (Foto: Ivan/Tmg)

Ditinggalkan Pengajar Universitas Negeri Malang

MORUT, POSO RAYA – Setelah mengemban tugas sebagai tenaga pengajar di wilayah Kabupaten Morowali Utara, puluhan Guru Sarjana Universitas Negeri Malang akhirnya kembali ke asalnya di Jawa Timur.

Mereka meninggalkan tugas sebagai pengajar setelah setahun berlalu menjadi guru di sejumlah sekolah setempat. Akibatnya Morut mangalami kekurangan tenaga pendidik untuk melayani Paud, SD, SMP, SMA/SMK.

“Tentu berpengaruh ketika mereka meninggalkan tugas yang sudah dijalankan selama setahun terakhir sebagai guru. Namun kami akan mencari solusi nya melalui penempatan secara merata para Guru kontrak yang baru saja diangkat” ujar Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Morut Alfret Tompira usai pelepasan Guru Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Terpencil (SM-3T) angkatan VI tahun 2017, Selasa (22/8/2017).

Jumlah para calon guru ini sebanyak 57 orang yang terbagi dari 32 orang pria dan 25 wanita, mereka telah selesai menjalankan tugas untuk mendapatkan sertifikat pendidik yang tersebar di 10 Kecamatan Kabupaten Morowali Utara.

Alfret mengatakan kehadiran sarjana dari Universitas Negeri Malang tersebut cukup membantu proses belajar mengajar diwilayah kerjanya, apalagi mereka memiliki kemampuan mumpuni di bidangnya sehingga cukup meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kreativitas para pelajar di Morut.

Setelah kembali ke Jawa para Guru Sarjana ini dievaluasi oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk diberikan sertifikat sebagai modal saat diangkat menjadi ASN langsung berstatus Guru Bersertifikasi.

Koordinator Guru Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Terpencil (SM-3T) angkatan VI tahun 2017 Universitas Negeri Malang DR Dedi Supriana mengapresiasi sambutan dan keramahan masyarakat Morut terlebih kepada Dinas terkait dalam mendukung program tersebut.

Sehingga tentunya menjadi motivasi para Guru Sarjana tersebut dalam menjalankan tugas meski ditempatkan di daerah terpencil dan terisolir Morut. Kedepannya diharapkan agar 57 Guru Sarjana tersebut dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebaik mungkin demi bangsa dan negara. (van/tmg)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY