Warga Desa Kuku Minta Kadesnya Mundur

0
34
Foto: suasana pertemuan warga di balai Desa Kuku yang difasilitasi Camat Pamona Utara (Foto: DOk.PR)

POSO RAYA– Baru-baru ini 90 orang warga desa Kuku Kecamatan Pamona Utara bertanda tangan, yang menuntut Christian Galamba untuk segera mundur dari jabatan Kepala Desa Kuku. Tuntutan tersebut di respon Camat Pamona Utara dengan melakukan rapat mendadak di Baruga Desa Kuku.

Dalam rapat tersebut di hadiri Plt Camat Pamona Utara, Purese, wakapolsek, AKP Alfian Komaling, Babinsa, Yusuf , Pendamping desa Kabupaten Poso, Muhammad Rizal Kaniu, Serta sejumlah pendukung Kades.

Dalam pertemuan itu, sempat terjadi teriakan – teriakan pendukung Kades, ketika Camat nyaris batalkan pertemuan dengan ketidak hadiran 90 orang penuntut itu. Namun berbagai pertimbangan, Camat melanjutkan rapat tersebut dengan membaca tuntutan 90 orang sebanyak 15 tuntutan dan di berikan kesempatan Kades untuk menjawab.

“Ini mau di bicarakan, tapi dari 90 orang yang menuntut hanya 2 orang hadir.” Tutur Camat.

Dalam tuntutan itu, diantaranya menyebutkan temuan Inspektorat tahun 2016 jalan ekonomi 500 meter, dengan kerugian 39 juta yang telah di tebus oleh Kades, tidak di sosialisasikan kepada masyarakat pemindahan jalan 500 meter di lokasi kubur. Tidak adanya transparansi dana desa tahun anggaran 2016 dan tahap pertama tahun 2017.

Adanya tanda tangan palsu musyawarah desa sebanyak 30 orang, yang di duga telah mencairkan dana desa tahap pertama 2017. Air bersih sesuai visi misi tidak tercapai. Pembangunan tidak melibatkan pemberdayaan masyarakat. Pembangunan PAUD yang di anggarkan tahun 2016, namun sampai saat ini belum dapat di fungsikan, justru di tambah satu ruangan tanpa musyawarah. Pembangunan jalan ekonomi sepanjang 2 km tahun 2016 dan tahun 2017 hanya sebatas gusuran akibatnya tidak dapat di fungsikan, dan tidak memiliki papan proyek. Dan Masyarakat tidak mengetahui anggaran perayaan 17 Agustus 2016 dan 2017.

Sementara Wakapolsek AKP Alfian, dalam sambutannya mengatakan khusus untuk tuntutan kades mundur, pihak kepolisian tidak dapat berkomentar, namun menurutnya untuk hal kriminal dan apa yang telah di laporkan warga itu, pihak polisi saat ini telah memproses sesuai hukum yang berlaku. Menurutnya dalam proses penyelidikan dan penyidikan tidak dapat di intervensi siapapun.

Kades Kuku, Christian Galamba dalam sambutannya mengatakan Badan Perwakilan Desa (BPD) desa kuku ada yang sepaham dan ada yang tidak sepaham, sebaiknya yang tidak sepaham jika apa yang ingin di katakan datang di kantor desa untuk mengatakan keluhan warga. Dirinya berharap agar 90 orang itu sebaiknya datang pertemuan agar camat mengetahui aspirasi masyarakat di lakukan 90 orang. Dia jelaskan kalau persoalan Sekolah PAUD belum di fungsikan, itu karena pagar belum di bangun, dengan takut anak-anak.

Sementara untuk air bersih, Christian katakan, sesungguhnya mau di bangun hanya dari propinsi sebanyak 20 orang datang di kuku yang mengatakan akan membuat air bersih dengan dana Pansimas.

Camat yang membuka acara pertemuan dengan membaca tuntutan pertama, temuan 39 juta itu. Menurut Camat, temuan itu tidak sesuai dengan dokumen Inspektorat yang menyatakan desa kuku bersih dari temuan.

“Coba jelaskan temuan ini, sebab dalam dokumen Inspketorat tidak ada temuan di desa kuku , namun yang ada hanya desa lain.” Tutur Camat sambil memegang dokumen Inspektorat.

Hal tersebut di bantah oleh perwakilan 90 orang, Yuce yang menyatakan temuan tersebut di katakan oleh ketua bagian Tim pemeriksaan Inspektorat di Kecamatan Pamona Utara, Turisno yang mengatakan Desa Kuku temuan 39 juta anggaran 2016, dan telah di tebus oleh pemerintah desa yang di buat di jalan Kubur.

” Ini aneh, temuan ini berdasarkan informasi Turisno di ruangan Ketua Inspektorat, saat itu Turisno katakan temuan tertinggi di dua Desa yakni Panjoka dan Uelincu, Desa Kuku urutan ke tiga, aneh koq temuan itu sudah bersih. ” ungkap Yuce.

Yuce katakan, pertemuan ini sebaiknya di DRPD untuk menyalurkan aspirasi masyarakat. Sebab menurutnya jika di paksakan harus tanya jawab banyak pendukung Kades sementara 90 orang tidak hadir, dan disinyalir akan terjadi hal yang tidak di inginkan. Saat itu camat mengatakan pertemuan ini di lanjutkan dengan hanya membaca 15 tuntutan dan di berikan kesempatan Kades untuk mengklarifikasi.

Arjuna, salasatu warga desa kuku yang menolak, mengatakan pengadaan air bersih sesuai dengan visi misi Christian Galamba, sebelum menjabat Kepala Desa mengatakan akan mengaliri air hingga di rumah dengan menggunakan keran. Namun sampai saat ini tidak ada di laksanakan. Pada kesempatan itu, Pendamping Kabupaten untuk desa, Rizal Kaniu yang di beri kesempatan untuk bertanya, mengatakan setiap penggunaan dana desa harus di musyawarahkan dan pekerjaan tidak boleh di pihak tigakan seperti dalam 15 tuntutan 90 orang itu. Adapun jika pekerjaan harus membutuhkan alat berat, hanya sebatas di sewakan alat bukan sepenuhnya anggaran di berikan kepada pihak ketiga.

“Saya kaget di sini, ada pembangunan tanpa di musyawarah, seharusnya tahun ini sudah ada musyawarah, dan musyawarah yang di laksanakan ini seharusnya BPD yang melaksanakan, bukan pemerintah desa. ” ujar Rizal.

Acara yang di mulai pukul 09.00 Wina berakhir pukul 11.00 wita, yang di tutup oleh camat dengan memberikan arahan agar sebaiknya berdamai, selain itu dia jelaskan jika ada yang belum puas dengan pertemuan itu, di persilakan untuk melanjutkan ke proses lain. (PR)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY