OJK Sampaikan Aktifitas Un Swissindo Ilegal

0
46
Foto: Suasana siaran pers yang digelar di Aula Andi Sappa Mapolres Poso Jumat (11/8/2017) mengenai keberadaan Un Swissindo di Kabupaten Poso

Perbankan Tidak Pernah Kerja Sama Dengan UN Swissindo

POSO RAYA – Kepolisian di Poso bersama pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulteng menggelar siaran pers terkait adanya aktifitas operasional Un Swissindo yang selama ini heboh di kalangan warga Poso Jumat (11/8) lalu.

Bertempat di Aula Andi Sapa Mapolres Poso, dalam siaran pers tersebut hadir sebagai pembawa materi Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto, Kepala OJK Sulteng Moh. Syukri A. Yunus, Kejari Poso, Kabag Hukum Pemda Poso, Kapten Inf Jayadi Pasi Intel Kodim 1307 Poso dan juga turut dihadiri Kepala Bank Mandiri Sulteng, Bank BRI dan Kepala Bank BNI.
Selain itu tamu undangan lainya yang hadir para Lurah, Kades Poso Pesisir Bersaudara dan Kades Pamona Bersaudara serta para Babinkantibmas, Babinsa dan warga Poso.

Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto dalam materinya menyampaikan, jika pihaknya telah mewawancari beberapa orang terkait adanya kegiatan Un Swissindo dan Deputi yang sudah beroperasi di beberapa wilayah di Poso dengan modus menjanjikan berbagai biaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelunasan hutang piutang.

Kata Bogiek Sugiyarto, oknum dalam melakukan aksinya memberikan penjelasan terhadap masyarakat mengenai kerja sama dengan beberapa pihak perbankan yang berada di Poso khusunya Bank Mandiri, sehingga masyarakat Poso yakin dengan adanya jaminan hidup serta kesejahteraan yang di jaminkan.

Menurut Bogiek, saat ini Deputi UN Swissindo sudah masuk di sepuluh Kecamatan di Poso. Berbagai modus yang dijalankan dengan cara pelunasan kredit bank dan biaya hidup sebesar Rp. 15 juta perorang dengan persyaratan mengisi formulir lalu membayar biaya Rp. 35.000 hingga Rp. 50.000, dimana dana tersebut akan di jadikan sebagai tanda keanggotaan UN Swissindo.

“Kami juga menerima aduan masyarakat dari Poso pesisir mengenai keberadaan jasa Un Swissindo ini, namun kami mengatakan bahwa ini sudah suatu lembaga penipuan yang akan merugikan masyarakat luas khususnya Poso. Maka dengan segera kami menyampaikan ke jajaran Babinkantibmas agar berperan aktif menelusuri kegiatan Un Swissindo tersebut,” ungkap Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto.

Kepala OJK Sulteng Moh. Syukri A. Yunus mengatakan, pihaknya sama sekali tidak pernah mengadakan Mou terhadap UN Swissindo atau memberikan ijin kontrak kerja.
Kata Syukri, secara logika bahwa pemberian perlindungan biaya hidup terhadap masyarakat sangat tidak masuk akal, karena dengan biaya yang cukup besar perbulan janji Un Swissindo hal yang tidak masuk akal.

Kajari Poso Sukarman SH menghimbau, para hadirin yang hadir dalam kegiatan dapat mengantisipasi kegiatan ilegal dari Un Swissindo. “Kita harus memberikan penjelasan kepada masyarakat secara detail, dengan bahasa yang rendah dan bisa di pahami sehingga tidak merugikan dirinya sendiri,” ujarnya.

Kapten Inf Jayadi Pasi Intel Kodim 1307 Poso menjelaskan, jika beberapa waktu lalu TNI sudah menerima laporan aktifitas Un Swisindo, sehingga pengantisipasian awal sudah di realisasikan melalui telegram Dandim 1307 Poso, agar Babinsa segera menelusuri kegiatan UN Swissindo.

“Hasil evaluasi saat ini kami dari pihak Kodim 1307 Poso telah membuat surat tembusan ke jajaran satuan bawah yaitu Danramil agar di waspadai kegiatan Un Swissindo,” tegas Jayadi.

Sementara itu Kepala Bank BRI Poso menegaskan, jika pihaknya sama sekali dan tidak pernah bekerja sama dengan perusahaan yang tidak resmi khususx Un Swissindo.
“Kami pihak perbankan selalu membuat Mou mengenai kerja sama dalam usah jasa, kami menegaskan bahwa kerja sama BRI dengan Un Swissindo itu tidak ada,” pungkasnya.(ULY)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY