Berbahaya, Jalan Penghubung Watuawu-Rotoombu Rusak Parah

0
39
Foto: Jalan yang menghubungkan Desa Watuawu dan Desa Rotoombu Kelurahan Lage (Foto: Samsol Batubara/PR)

LAGE, POSO RAYA– Jalan yang menghubungkan antara desa Watuawu dan desa Rotoombu, di kecamatan Lage, kabupaten Poso, dengan jarak kurang lebih 9 Km, sebagian besar masih rusak. Untuk tahun ini, anggaran yang diturunkan pemerintah melalui DAU, untuk perbaikan jalan tersebut, baru sekitar Rp 2 milyar 370 juta, dengan panjang jalan yang dikerjakan 2 Km.

Salah seorang pekerja di CV Ratu Konstruksi, selaku perusahaan pemenang tender pekerjaan jalan tersebut, yang namanya tidak ingin dikorankan mengatakan, jika memang benar anggaran yang dialokasikan sekitar Rp2 milyar lebih.

“Sesuai dengan petunjuk direktur perusahaan, dalam tahun anggaran 2017 ini, panjang jalan yang dikerjakan hanya kurang lebih 2 Km. Pekerjaan di awali dari desa Watuawu. Selain pekerjaan jalan, anggaran tersebut juga digunakan untuk membangun saluran air di pinggir jalan,” katanya.

Warga sekitar menanggapi positif perbaikan jalan tersebut. Namun warga juga sedikit menyesalkan, kenapa hanya sekitar 2 km saja yang diperbaiki. Sedangkan panjang jalan penghubung ke dua desa sekitar 9 km.

“Kalau bisa, sekalian saja jalan ini diperbaiki sampai ke desa Rotoombu. Jangan hanya setengah-setengah saja,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Salah seorang anggota DPRD Poso, Ir Sugeng Harianto Sunaryo, saat dikonfirmasi Poso Raya menjelaskan, jika memang benar perbaikan jalan tersebut baru sepanjang 2 km.

“Belum lama ini pihak dinas PUPR Poso melakukan pemeriksaan ke lapangan. Dari hasil pemeriksaan, dilakukan perubahan pekerjaan. Dimana volume pekerjaan jalan dikurangi panjangnya. Digantikan dengan pekerjaan saluran air. Sebab tanpa saluran air, kalau musim hujan, sangat membahayakan pengguna jalan,” jelas Sugeng.

Sugeng menambahkan, jika jalan penghubung ke dua desa tersebut memang sudah sangat parah. Ada beberapa titik di jalan tersebut, jika hujan turun, sangat sulit untuk dilalui kendaraan.

“Titik terparah di ruas jalan tersebut ada di Uetengko, Makurupi dan tanjakan masuk desa Rotoombu. Jika hujan turun, baik motor maupun mobil, sangat sulit untuk melewati jalan itu,” tambah Sugeng.

Sugeng mengingatkan, agar pemda Poso, khususnya dinas PUPR Poso, untuk lebih memprioritaskan titik-titik rawan tersebut. Agar pengguna jalan bisa melewatinya dengan lancer. (SAM/PAN)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY