Aktifitas Pelabuhan Poso Terus Menggeliat

0
28

Ribuan Ton CPO Sudah Dikapalkan

POSO RAYA – Tidak seperti beberapa tahun yang lalu, kini pelabuhan Poso mulai menunjukkan geliatnya. Aktifitas bongkar muat di pelabuhan yang pernah dalam masa kejayaaannya sebelum tragedi Poso itu kini mulai nampak lagi. Saat ini sejumlah kapal barang mulai masuk dan merapat di pelabuhan Poso.

Tercatat, dalam tahun 2017 ini, sudah ribuan ton CPO (minyak sawit) yang dikapalkan memanfaatkan fasilitas pelabuhan Poso. Kondisi ini bahkan sudah berlangsung sejak tahun 2016 lalu.

Foto: Mualing Mokodompis
Foto: Mualing Mokodompis

Kepala Kantor Pelabuhan (Kakanpel) Poso Mualing Mokodompis kepada Poso Raya mengatakan, sejak tahun 2016, pelabuhan Poso telah digunakan oleh PT. Timur Jaya Indo Makmur untuk pengapalan minyak CPO maupun karner (biji kelapa sawit-red).

Menurutnya, pada tahun 2016 lalu, sedikitnya 6.882,22 ton CPO dan 5.149,79 ton karnel sudah dikapalkan lewat pelabuhan Poso. Sementara sampai dengan Juli 2017 ini, sebanyak 19.396,66 ton CPO dan 1.926,72 ton Karnel juga sudah diangkut untuk diantar pulau kan via pelabuhan Poso.

“INi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktifitas di pelabuhan Poso khususnya dalam pengangkutan CPO dan Karnel yang menggunakan fasilitas pelabuhan,” kata Mokodompis.

Selain pengapalan CPO dan Karner dari PT Timur Jaya Indo Raya, pelabuhan Poso juga secara kontinyu disinggahai kapal kapal cargo, seperti muatan semen maupun barang barang campuran lainya yang bongkar di pelabuhan Poso.

Meningkatnya aktifitas volume bongkar muat di pelabuhan Poso juga dibenarkan sejumlah buruh yang ditemui media ini. “Volume bongkar muat barang di Pelabuhan Poso terus meningkat dari tahun ke tahun, dan diharapkan Pelabuhan Poso bisa menjadi pelabuhan yang besar dan jaya seperti dulu lagi,” ujarnya.

Sementara para pengusaha di Poso yang sudah menggunakan jasa angkutan barang di pelabuhan Poso juga berharap para pedagang hasil bumi Poso mau mengapalkan dagangnya dari Pelabuhan Poso.

“Banyak komoditas yang bisa diangkut menggunakan jalur pelabuhan laut seperti cokelat, kopra, jagung dan hasil komoditas pertanian lainnya. Kita bisa mamanfaatkan sarana pelabuhan untuk mengantar pulaukan hasil bumi yang ada, Dengan begitu maka aktifitas pelabuhan akan terus bergeliat dan menjadi sumber ekonomi daerah dan masyarakat di sekitar,” jelas seorang pengusaha yang minta tidak dikorankan.

Kakanpel Poso Mualing Mokodompis menekankan, kiranya dalam pengembangan Pelabuhan Laut Poso ini sangat diharapkan partisipasi semua pihak dalam mendorong Kabupaten Poso menjadi Bandar laut bagi para pengusaha pelayaran baik pelayaran nasional maupun pelayaran Internasional. (SAM/ULY)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY