Dinas PUPR Poso Gelar Pelatihan Pengolahan Aset

0
17
Foto: Kegiatan Pelatihan Pengolahan aset irigasi di Hotel Kartika (Foto: Samsol Batubara)

Tingkatkan Pengelolaan Irigasi

POSO RAYA– Untuk meningkatkan pengelolaan irigasi yang digunakan oleh petani, bidang irigasi Dinas PU PR Poso, belum lama ini melaksanakan kegiatan pelatihan pengolahan asset irigasi. Kegiatan ini diikuti 27 peserta. Dimana seluruh peserta adalah petugas OP dari daerah irigasi yang ada di kabupaten Poso.

Sekretaris Dinas PUPR Poso, Lindon Lagamu ST, M.Si dalam sambutan pembukaan kegiatan tersebut mengatakan, pelatihan ini sangat penting dilakukan untuk seluruh para OP yang ada. Agar nantinya kedepan, para OP menjadi motivator bagi para petani yang terkumpul dalam wadah Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

“P3A dibentuk dari, oleh dan untuk petani pemakai air secara demokratis. Dimana pengurus dan anggotanya terdiri dari unsur petani pemakai air. P3A dalam satu daerah pelayanan sekunder tertentu dan dapat bergabung sampai terbentuk GP3A. GP3A dalam satu daerah irigasi tertentu, dapat bergabung sampai terbentuk IP3A,” kata Lindon.

Lindon juga berharap kepada para peserta, seusai pelatihan, kiranya seluruh peserta harus lebih cakep dan memilki pikiran-pikiran konseptual. Sebagai mana yang dijabarkan dalam pelatihan.

Ervin Lamondo, yang juga menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan terseebut menambahkan, pelatihan ini sebagai basis pelatihan seluruh peserta. Pelatihan ini sengaja dilaksanakan di wilayah Poso, sebagai salah satu daerah irigasi yang lengkap. Baik areal Bendungan maupun saluran-saluran sekunder dan tersier. Air irigasi hingga ke Petani Pemakai air.

“Dana P3A, GP3A, dan IP3A dapat bersumber dari iuran pengelolaan irigasi, sumbangan atau bantuan yang tidak mengikat, usaha-usaha lain yang sah menurut hukum, bantuan pemerintah dan pemerintah daerah serta bantuan dari yayasan/lembaga luar negeri. Biaya pemberdayaan P3A, GP3A, dan IP3A dapat bersumber dari APBN, APBD, dan sumber dana lain yang sah” tambah Ervin.

“Namun demikian, peranan OP sangat dominan disetiap daerah irigasi. Sebab tanpa peran OP di lapangan, pemerintah sebagai pemilik aset irigasi, tidak bisa memonitor adanya irgasi di daerah irigasi. Terlebih daerah kabupaten Poso,” pungkas Ervin. (SAM/PAN)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY