Water Way Sungai La’a Akan Dibangun

0
42
Foto: Sungai Laa yang kerap meluap mengakibatkan banjir. Untuk mengantisipasinya Pemkab Morut akan membangun Water Way sungai tersebut (Foto: Jhonny Inkiriwang)

Solusi Atasi Banjir

MORUT, POSO RAYA – Solusi mengatasi banjir musiman yang selalu melanda warga Tompira, Bunta dan sekitarnya. Akibat meluapnya sungai La’a yang pernah dikemukakan Bupati Aptripel Tumimomor pada saat-saat menjabat mendekati kenyataan. Water Way sungai La’a akan dibangun tahun 2017 ini.

“Air itu tidak bisa di bendung. Air harus dibuatkan jalannya agar terus mengalir. Banjir musiman inikan karena bertemunya aliran-aliran sungai besar di Morowali Utara pada saat bersamaan, sementara jalannya tidak disiapkan. Kalau kita Cuma pasrah bilang ini hal biasa, kapan mau maju?” ujar Bupati Morut Aptripel Tumimomor kepada Poso Raya.

Menurutnya, jika terjadi banjir tidak sedikit kerugian yang diperoleh petani yang panennya pasti gagal karena tanaman mereka terendam air. Belum lagi hal-hal lain seperti warga yang mengungsi karena rumahnya terendam. “Karena itu Pemerintah Kabupaten Morowali utara melalui Dinas Perhubungan dan Perumahan Daerah tahun ini akan membangun Water Way Sungai La’a untuk Keperluan Petanian,” tambah orang nomor satu di Morut itu.

Di sepanjang jalur ini juga di siapkan Dermaga Pengumpan yang terpusat di Terminal Agro Desa Tompira, Kecamatan Petasia Timur. “pembangunan Water Way sungai La’a di mulai 2017. Persiapannya program ini sudah kita mulai”, ujar Kepala Bidang Perhubungan Alamsyah dihubungi melalui seluler.

Tidak sekedar menyiapkan Waterway, lanjut dia, Pemkab Morut juga mengadakan 13 Unit Perahu Fiber berkapasitas dua Ton. Fungsinya untuk mengangkat hasil panen dari Dermaga-dermaga Pengumpan.

Menurut Alamsyah, pengadaan perahu itu akan terus bertambah seiring perkembangan hasil produksi Pertanian. Namun kedepannya para Petani juga akan diajarkan cara membuat perahu yang bernilai sekitar Rp.50 juta per unit.

”Bukan hanya bisa menggunakan perahu, para petani Tunggal dan Kelompok Tani yang ada juga akan mendapat Transfer Pengetahuan. Intinya sumber daya mereka juga akan bertambah,“ sebutnya.

Selain meringankan beban petani, Proyek Water Way diharapkan dapat mendongkrak penghasilan pendapatan asli daerah. Hal positif lainnya yang langsung dirasakan petani, ucap Alamsyah adalah petani tidak lagi menjual hasil panen kepada para tengkulak.

“Asas manfaat dari proyek ini jelas. Kita juga akan membuka peluang para Investor untuk membeli hasil pertanian agar petani tidak lagi menjual hasil panen pada tengkulak. Semoga pekerjaan fisiknya bisa segera selesai agar visi misi Bupati Morowali Utara bisa segera terwujud. (JHN)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY