Terkait Pemadaman Lampu Morut Devisit Listrik

0
39
Ilustrasi listrik padam

MORUT,POSO RAYA – Sejumlah desa di Morowali Utara hingga kini belum mendapatkan pasokan listrik dari PT. PLN (Persero), sementara Program Kelistrikan Sulteng terang baru dimulai tahun 2017 ini.

Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor mengatakan kebutuhan listrik di wilayahnya masih tinggi. Sebab selama ini, sebagian masyarakat hanya bergantung pada generator diesel dan Mikro hidro milik desa. Bahkan masih banyak menggunakan mesin genset seadanya.

Foto: Aptripel Tumimomor
Foto: Aptripel Tumimomor

“Masalah listrik perlu penanganan serius. Hal ini juga terjadi di seluruh Sulteng. Tapi sekarang masyarakat Morowali Utara tinggal menunggu program PLN. Sulteng Terang”. ujar Aptripel belum lama ini.

Menurut Bupati Aptripel, kepastian program listrik terang di ungkapkan Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara. Machnizon dalam rakor kelistrikan menuju Sulteng terang yang digelar di ruang Polibu Kantor Gubernur Januari 2017 silam.

Rakor ini mempertemukan para Bupati/Plt Bupati dengan Pihak PLN dengan tujuan mensinkronisasikan data jumlah desa yang belum teralir listrik di Sulawesi Tengah.

Sebagaimana disampaikan Machnizon lanjut Bupati, rasio desa berlistrik untuk wilayah Morowali Utara saat ini adalah 72%. Penyebabnya antara lain pemilik lahan yang berantakan bila di atas lahannya ditempatkan Instalasi berupa tiang maupun gardu listrik.

Selain itu, ada jalur jaringan yang melintas kawasan hutan dan cagar alam. Karena itu PLN butuh Sinergitas bersama Pemerintah Daerah untuk menyukseskan program desa berlistrik 100% melalui penandatanganan MoU antara kepala daerah dengan PLN melalui pengembangan kelistrikan Sulteng lewat pembangunan pembangkit, Transmisi dan gardu listrik secara berkelanjutan.

“Niat PLN itu memang sudah sepantasnya di ikat melalui nota kesepahaman bersama dengan Pemerintah Daerah pastinya saya mendukung program itu”. ucap Bupati Aptripel.

Sejauh ini tambahnya, masih ada kecamatan seperti Mamosalato yang hanya terjangkau jaringan listrik negara di desa Tambale perbatasan Morowali Utara dan Luwuk. Sementara masyarakat desa lainnya dikecamatan ini bergantung pada PLTD yang merupakan bantuan dari program CSR salah satu perusahaan pengolah minyak mentah.

“Coba kalau tidak ada bantuan mesin diesel ini, tentunya Mamosalato masih gelap sampai sekarang”, sebut Bupati Aptripel .

Untuk mengetahui beberapa titik dari 122 desa di Morowali Utara yang belum berlistrik dari PT.PLN, Manajer PLN Rayon Kolonodale, Salmanesar Tolimbo mengatakan, di Rayon Kolonodale tersisa Lima desa yang belum terjangkau jaringan negara. Desa-desa itu terdapat di wilayah Kecamatan Petasia, Petasia Timur dan Petasia Barat.

Sementara di Mamosalato sebagian desanya mendapat Pasokan Listrik dari PLN Area Toili, Luwuk, kemudian di Kecamatan Soyo Jaya, 5 (lima) desa sudah teraliri dari PLTA Sulewana, Poso. Sedangkan untuk wilayah Mori Atas dan Mori Utara masuk dalam area PLN Rayon Tentena.

Lebih lanjut dikatakan Salmaneser, Rayon Kolonodale hanya memikili 9 unit generator diesel di PLTD Kolonodale dan Tompira dengan daya mampu 1700 KW atau sebesar 1,5 MW. Untuk menyokong devisit listrik, PLN membeli Daya dari PLTMH Wawopada yang kadang mengeluarkan daya mampu terendah 1200 KW. Koloborasi kedua penyediaan listrik itu katanya, untuk melayani sedikitnya 17.000 pelanggan.

“Kalau beban sistem mencapai 5700 KW, maka kita Devisit daya sebesar 1900 KW. Jika nanti kita akan menghadapi musim kemarau, artinya kita butuh pasokan mesin diesel baru untuk memenuhi kebutuhan pelanggan listrik kita”, ujar Salmaneser. (JHN)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY