Demokrat Sulteng Kutuk Pernyataan Viktor Laiskodat

0
54
Foto: Sekretaris Demokrat Sulteng Artha Razak saat menghadiri Musyawarah DPAC Demokrat Kabupaten Poso (Foto: Samsol Batubara)

POSO RAYA– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Tengah, sangat mengapresiasi semangat dan kesiapan kerja Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Poso, yang telah sukses dalam melaksanakan konsolidasi dari tingkat ranting di 142 kelurahan dan desa serta DPAC di 19 kecamatan yang ada di kabupaten Poso.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulteng, Artha Razak BM Radjak SH, saat membuka musyawarah DPAC Partai Demokrat Poso, di gedung PGRI Poso, belum lama ini.

Bung Razak, sapaan akrab Artha Razak menambahkan, bahwa partai berlambang bintang Mercy tersebut, memiliki nilai intergritas terhadap Negara Republik Indonesia yang utuh dan tegas. Hal tersebut dinyatakan dalam yel-yel Partai Demokrat yang berbunyi, “NKRI Harga Mati, Pancasila Harga Mati, UUD 45 Harga Mati”.

Disela-sela sambutannya, Bung Razak juga menanggapi pernyataan Victor Laiskodat yang mengatakan bahwa Demokrat, Gerindra, PKS dan PAN, sebagai partai intoleran dan mendukung gerakan ekstremis.

“Jelas pernyataan Victor Laiskodat tersebut, harus dikutuk. Karena pernyataan tersebut, adalah sebuah pernyataan yang provokatif dan bisa merusak hubungan baik antara Pemerintah Republik Indonesia dan Partai Politik yang ada” tegas Bung Razak.

Bung Razak juga mengapresiasi ketua DPC Demokrat Poso, Piet Inkiriwang, dalam memimpin Poso selama 10 tahun. Saat Piet Inkiriwang menjadi bupati Poso, Piet mampu mengibarkan bendera perdamaian, disaat seluruh masyarakat Poso terbakar oleh api provokasi. Hingga sekarang, Poso adalah kabupaten yang memegang prinsip teguh, tentang perdamaian diseluruh lapisan masyarakat Poso.

Dalam pungkasan pidatonya, Bung Razak menyerukan, agar orang-orang seperti Victor Laiskodat, bisa belajar dari perdamaian Poso. Karena justeru dari Poso, lahir kedewasaan hubungan vertikal dan horizontal. Baik dalam bidang politik, maupun hubungan kemanusiaan. (SAM/PAN)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY