Wow Minim Fasilitas, Rehab Pelabuhan Poso Telan Biaya Rp 9 Miliar

0
42
Foto: Pelabuhan kelas II Poso, mulai tahap rehabilitasi berat. Sejumlah fasilitas di pelabuhan, ditambah untuk mempermudah aktivitas bongkar muat. (FOTO: SAMSOL BATUBARA/PR)

POSO RAYA– Lima tahun terakhir, sejak proyek PLTA di Sulewana mulai berjalan, aktifitas bongkar muat di pelabuhan kelas II Poso, tampak semakin ramai. Kapal-kapal cargo yang memuat bahan material proyek, silih berganti sandar untuk lakukan bongkar muat.

Dari hasil pantauan Poso Raya di lapangan, tak hanya kapal-kapal cargo pemuat material bahan proyek saja yang lakukan aktifitas. Kapal penumpang Pelni “KM Sangiyang”, tujuan wilayah timur Indonesia, juga sandar di pelabuhan Poso. Nampak juga kapal cargo pemuat biji sawit dan minyak sawit lakukan bongkar muat.

Sebab itulah yang membuat kantor Unit Pelabuhan kelas II kabupaten Poso, mendapat kucuran dana sebesar Rp 9.115.161.000 dari Kementerian Perhubungan RI dirjen Kelautan, untuk menambah fasilitas di pelabuhan Poso. Hal tersebut disampaikan oleh PPATK Proyek Rehabilitasi Berat Fasilitas Pelabuhan Laut Poso 2017, Rivai, saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

“Fasilitas yang ditambahkan di pelabuhan Poso ini berupa, gudang penampungan untuk aktifitas bongkar muat. Sebab ada beberapa bahan atau barang yang ada, tidak dapat di tampung lagi dalam gudang. Contohnya biji sawit yang mau diangkut, hanya ditaruh di luar, menunggu untuk diangkut. Selain itu, fasilitas lainnya yang dianggap sangat penting, juga kita tambahkan. Untuk memudahkan aktifitas bongkar muat di pelabuhan Poso ini,” jelas Rivai.

Pelaksanaan proyek rehabilitasi pelabuhan Poso, juga didampingi oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Poso. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari penyimpangan pekerjaan yang bisa saja terjadi.

“Saya selaku PPATK proyek ini, berusaha keras agar proyek ini berjalan sesuai jadwal yang ditentukan. Saat ini juga proyek rehabilitasi pelabuhan Poso, masih berjalan dengan baik. Untuk keterangan yang lebih detail lagi, nanti kepala pelabuhan Poso, yang akan memberikan penjelasan. Cuman saat ini beliau tidak berada di tempat. Jika beliau berada di tempat, kepala pelabuhan pasti akan memberikan keterangan yang lebih jelas,” ungkap Rivai. (SAM/PAN)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY