27 Koperasi di Poso Ditutup

0
30
Foto: Rama Tandawuya

POSO RAYA – Pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkoperasi dan UKM) Republik Indonesia telah menutup sebanyak 27 koperasi di Poso. Puluhan koperasi yang ditutup tersebut merupakan bagian dari seratusan jumlah koperasi sakit yang ada di Poso.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindag Poso, Rama Tandawuya mengatakan, jumlah total koperasi yang ada di Poso sebanyak 337 unit. Dari jumlah tersebut, 209 berstatus koperasi sehat, dan 129 sisanya sudah masuk kategori koperasi sakit. “Dikatakan koperasi sakit karena sudah tahunan tidak lagi menggelar rapat anggota tahunan (RAT). Usaha perkoperasiannya juga tidak jalan, pun pengurusnya sudah pecah dan tidak akur,” ungkapnya.

Karena sudah tidak sehat, lanjut Rama Tandawuya, maka 129 koperasi yang sakit tersebut diusulkan untuk di hapuskan. Pengusulan penghapusan sudah dilakukan Dinas Kumperindag Poso ke Kementerian Koperasi dan UKM sejak dua tahun lalu (2015).

“Tapi dari 129 yang kita usulkan dihapus itu, baru 27 koperasi yang sudah ditetapkan dihapus. Sementara 122 koperasi sakit lain masih menunggu penetapan penghapusan,” sebut Rama Tandawuya. Dipastikannya, 122 sisa koperasi sakit yang ada tidak bisa lagi disehatkan kembali. Itu dikarenakan pengurus sudah ditadak ada, serta asset usahanya sudah tidak diketahui pasti keberadaannya. Meski dipastikan akan dihapus,  koperasi-koperasi sakit tersebut tetap wajib membuat laporan soal kepemilikan asetnya kepada Dinas Kumperindag.

Terkait keberadaan 209 koperasi sehat yang ada di daerahnya, Rama Tandawuya menjamin akan terus membina sekaligus membantu pengembangannya. “Pemerintah akan tetap bantu dan bina koperasi yang sehat,” janjinya.

Dia juga berharap agar koperasi yang masih dikategorikan sehat tetap menjalankan aktifitasnya dan rutin menggelar RAT setiap tahunnya sebagai bukti bahwa koperasi itu tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (ULY)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY