OJK Imbau Masyarakat Poso Waspadai UN Swissindo

0
88
foto ilustrasi OJK

POSO RAYA – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah, Moh Syukri A Yunus mengimbau kepada masyarakat Poso untuk mewaspadai praktik-praktik penipuan yang dilakukan UN Swissindo. Janji-janji untuk melunasi hutang dan ajakan untuk tidak membayat hutang di bank adalah tidak benar, dan itu adalah bentuk penipuan.

Hal itu dikemukakan Syukri dalam rilisnya yang diterima redaksi Mercusuar. Imbauan itu harus dikemukakan lantaran akhir-akhir ini praktik penipuan itu mulai marak di Kabupaten Poso.

“Lembaga itu memberikan penawaran pelunasan kredit dan ajakan tidak membayar utang ke bank-bank, perusahaan pembiayaan maupun lembaga jasa keuangan lainnya. OJK menegaskan, praktik tersebut merupakan penipuan dan tidak dibenarkan karena dapat merugikan industri jasa euangan dan masyarakat,” kata Syukri.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak sesuai dengan mekanisme pelunasan kredit ataupun pembiayaan yang lazim berlaku di perbankan dan lembaga pembiayaan. Selain itu, adanya informasi yang beredar di masyarakat bahwa UN Swissindo menjanjikan sejumlah uang yang disebut sebagai “harta warisan” dengan terlebih dahulu memungut sejumlah uang untuk keperluan pendaftaran.

“OJK menegaskan bahwa hal tersebut merupakan penipuan. Oleh karena itu, OJK mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penawaran dari pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut,” katanya.

Di sisi lain, bagi debitur yang masih memiliki kewajiban kredit kepada industri jasa keuangan diminta agar tetap menyelesaikan seluruh kewajibannya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Debitur harus menghubungi pihak bank atau perusahaan pembiayaan terkait.

Selanjutnya, OJK juga mengimbau agar pihak-pihak yang merasa dirugikan melakukan upaya hukum sesuai dengan koridor hukum yang berlaku agar terdapat kepastian hukum dan mencegah kerugian yang lebih besar pada industri jasa keuangan akibat perilaku pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menyikapi praktik itu, OJK sedang berkoordinasi dengan Kepolisian Resort Poso dan otoritas terkait guna mencegah adanya kerugian bagi industri jasa keuangan dan masyarakat.

Modus penawaran pelunasan kredit dilakukan dengan menawarkan janji pelunasan kredit/pembebasan hutang rakyat dengan sasaran para debitur macet pada bank-bank, perusahaan-perusahaan pembiayaan maupun lembaga-lembaga jasa keuangan lainnya.

Caranya, menerbitkan surat jaminan/pernyataan pembebasan hutang yang dikeluarkan dan mengatasnamakan presiden dan negara Republik Indonesia maupun lembaga internasional dari negara lain. Para debitur tersebut, dihasut untuk tidak perlu membayar hutang mereka kepada para kreditur.

Modus lain penawaran ini antara lain, mengatasnamakan negara dan/atau lembaga negara tertentu dengan dasar kedaulatan rakyat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Kemudian mencari korban yang terlibat kredit macet dan menjanjikan akan menyelesaikan utangnya dengan jaminan Surat Berharga Negara.

Kemudian, meminta korban membayarkan sejumlah uang pendaftaran untuk menjadi anggota kelompok/Badan Hukum tertentu. Selain itu meminta korban untuk mencari debitur bermasalah lain untuk diajak bergabung.

OJK meminta masyarakat untuk terlebih dahulu berkonsultasi terkait penawaran kegiatan keuangan yang dianggap mencurigakan ke Layanan Konsumen OJK melalui telepon 1500655 atau konsumen@ojk.go.id, ataupun mendatangi Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Jl. Basuk Rahmat No.164, Palu. (Man/TMG)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY