Kejaksaan Bidik Proyek Bantuan Kapal Ikan di Morowali

0
49
Foto: Bantuan kapal ikan untuk nelayan di Kecamatan Witaponda Kabupaten Morowali yang nyaris tenggelam (Foto: Bambang)

MOROWALI, POSO RAYA -Kapal ikan bantuan untuk kelompok nelayan di Desa Moahino Kecamatan Witaponda kini menuai masalah. Kondisi kapal nyaris tenggelam karena tak bisa terpakai, disebabkan mesinnya telah ditukar dengan mesin tua milik Ahmad Yani Arisandi yang merupakan anggota DPRD Morowali dari Partai Gerindra.

Anggota kelompok nelayan di desa setempat mengatakan bahwa kapal ikan itu belum ada penyerahan hingga saat ini.

“Setahu saya, sampai saat ini belum ada penyerahan kepada kelompok nelayan karena saya adalah salah satu anggota, bisa dilihat sendiri kondisi kapal sekarang hampir tenggelam dan belum sama sekali terpakai, anehnya mesinnya ditukar dengan mesin tua, dan sudah lumayan lama lah, tapi karena sudah ribut-ribut, barulah cepat-cepat dikembalikan lagi” ungkapnya.

Dikatakannya, mesin kapal itu saat ditukar dengan yang bekas, dipindahkan ke bagang milik Ahmad Yani yang juga berada di perairan laut tak jauh dari tempat itu. Ia berharap agar pihak terkait utamanya Kejaksaan Negeri (Kejari) Morowali dapat segera menyelesaikan permasalahan itu karena sangat merugikan uang negara yang terbuang sia-sia.

Ahmad Yani yang diminta tanggapannya beberapa waktu lalu mengenai informasi tersebut menampik adanya tuduhan penggelapan, namun mengakui bahwa mesin tersebut memang dipinjamnya dengan persetujuan dan sepengetahuan kelompok nelayan, akan tetapi mesin itu telah dikembalikannya lagi.

Dijelaskannya, bantuan itu awalnya diusulkan sebesar 500 juta rupiah, namun karena dampak rasionalisasi, maka anggaran yang diturunkan hanya berkisar 350 juta rupiah sehingga peralatannya tidk lengkap.

Yang lebih mengherankan, masalah ini tidak masuk dalam laporan hasil reses anggota DPRD di tim III yang diketuai oleh Syahrudin (PAN), Sekretaris Nuraeni MK (Demokrat), anggota Lukman Hanafi (PKB), Achmad Efendi (Demokrat), Firdaus (PKB).

Ketua tim III, Syaharudin yang coba dikonfirmasi terkait tidak masuknya masalah tersebut dalam laporan hasil reses, hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.

Informasi terakhir yang diterima media ini, masyarakat telah melaporkan mengenai bantuan kapal ikan tersebut kepada pihak Kejari Morowali dan berharap segera menindaklanjuti permasalahan yang ada, agar penggunaan uang negara dalam hal ini keuangan Pemkab Morowali tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Morowali, M Mansyur yang dihubungi vi telpon seluler, Minggu (16/7/2017) mengatakan telah mengeluarkan surat perintah kepada stafnya dan paling lambat Senin atau Selasa, timnya akan turun langsung ke TKP untuk mengumpulkan data dan keterangan.

“Kita sudah keluarkan surat perintah, paling lambat Senin atau Selasa tim dari Kejaksaan akan turun ke sana” tandasnya.(Bbg)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY