Warga Pamona Timur Heboh Ada Mayat Busuk Tangan dan Kaki Terputus

0
37
Foto: Suasana Otopsi oleh pihak Inafis Polres Poso di kamar jenasah RSUD Poso (Foto: Dar)

POSO RAYA – Warga Desa Masewe, Kecamatan Pamona Timur pada Sabtu sore 22 Juli 2017 di hebohkan dengan adanya penemuan mayat yang kondisinya membusuk dan keadaan kedua kaki serta kedua tangan terputus. Mayat tersebut di temukan warga di lokasi kebun.

Mayat yang membusuk itu diketahui bernama Duma Turu Padang (56) warga Dusun Kapini, Desa Masewe, Pamona Timur.  Saat ditemukan mayat  posisi terbaring dan bau busuk, di duga mayat sudah sepekan berada di lokasi kejadian.

Menurut saksi mata Markus, saat itu dirinya ke rumah korban dengan tujuan untuk menyampaikan pesan dari anak pemilik rumah. Namun korban tak ada di tempat dan mencari ke kebunya.

Setelah sampai di kebun korban, Markus kemudian mencium bau tak sedap dan mencari sumber bau tersebut.

“Saya cari dirumah korban tidak ada, setelah saya ke kebunya saya mencium bau tak sedap tidak lama saya mendapati mayat korban,” ucap Markus.

Merasa takut dengan adanya mayat tersebut, warga kemudian melaporkan ke pihak kepolisian setempat.

Setelah mendapatkakan laporan tersebut pihak kepolisian mensterilkan lokasi dan membawa jenazah tersebut ke RSUD Poso untuk di otopsi.

Otopsi di lakukan kamar jenazah oleh tim inafis Polres Poso pada Sabtu malam untuk dilakukan pemeriksan jenazah serta mencari penyebab kematian.

Selama proses otopsi berlangsung di lakukan secara tertutup oleh pihak kepolisian. Beberapa keluarga korban juga turut hadir di RSUD Poso.

Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto yang di hubungi membenarkan adanya temuan mayat itu. Kata Bogiek, saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut soal penemuan mayat oleh warga itu.

Menurut Bogiek Sugiyarto, pihak tim forensik masih mengumpulkan data dari hasil otopsi yang dilakukan.

“Dugaan sementara kita belum memastikan, karena masih lidik, karena mayatnya kan sudah membusuk kita memastikan hasil forensik untuk bisa mengetahui apa penyebab kematian korban,” jelas Kapolres Poso.

Bogiek menembahkan, penyebab putusnya tangan mayat dan kaki dapat diketahui dari hasil otopsi.

“Apakah dimakan hewan buas, atau ada hal lain semua dari hasil otopsi,” pungkasnya. (Pr)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY