Tolak Pembangunan TPA Sampah, Masyarakat Akan Lakukan Study Banding

0
70
Foto: Suasana pertemuan antara masyarakat Desa IPI dan Bahoruru bersama AMPL dengan Pemkab Morowali soal pembangunan TPA (Foto: Darma Kusuma)

MOROWALI, POSO RAYA – Pertemuan antara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Morowali dan masyarakat dari Desa Ipi dan Bahoruru bersama Aliansi Masyarakat Peduli Alam dan Lingkungan digelar di Balai Desa Ipi,Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali belum lama ini.

Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut dari aksi unjukrasa dari Aliansi Masyarakat Peduli Alam dan Lingkungan baserta maayarakat dari dua Desa yang menolak adanya pembangunan Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) sampah pada sabtu kemarin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Drs Fajar menyampaikan bahwa sumber dana yang digunakan untuk pembangunan TPA sampah berasal dari dana APBN dan bukan dana APBD.

Ia juga mengatakan bahwa sebelum dilakukan pembangunan, sudah dilaksanakan kajian-kajian terlebih dahulu. “Pemerintah tidak sembarangan untuk membangun lokasi TPA Sampah, karena TPA Sampah yang dibangun ini sudah modern yang limbahnya bisa didaur ulang. Ada dampak negatif dari pembangunan TPA Sampah di Desa Bahoruru, akan tetapi dampak Positifnya lebih besar lagi,” jelasnya.

Dia juga menambahkan, jika proses pembangunan dihentikan atau dipindah lokasi maka Kabupaten Morowali tidak akan lagi pendapatan proyek pembangunan TPA sampah modern.

Belum puas dengan penjelasan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup, perwakilan aliansi masyarakat peduli alam dan lingkungan, masyarakat Desa Ipi dan masyarakat Desa Bahoruru akan melaksanakan study banding di TPA Puuwatu Kendari.

“Setelah study banding baru akan dirapatkan  kembali bersama DLHD,Aliansi Masyarakat peduli alam dan lingkungan, serta masyarakat Desa Ipi dan Desa Bahoruru,” ungkap salah satu masyarakat. (Drm)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY