Realisasi Pendapatan APBD Morowali 2016 Capai 80,65 Persen

0
91
Foto: Paripurna DPRD Morowali membahas laporan Banggar terhadap hasil pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Morowali tahun 2016 (Foto: Bambang)

MOROWALI, POSO RAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Morowali menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Laporan Badan Anggaran terhadap hasil pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Morowali tahun 2016.

Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua II, Taslim didampingi Asisten III Abdul Wahid Hasan mewakili Bupati, dan dihadiri Asisten I Bambang S Soerodjo, sejumlah pimpinan OPD, serta 15 anggota DPRD, Senin (17/7/2017). Laporan dibacakan oleh Sekretaris badan Anggaran, H Fatmawati.

Realisasi pendapatan daerah pada tahun anggaran 2016 sebesar Rp945.930.993.480,27 atau mencapai 80,65 % dari target pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp1.172.934.497.650,22.

Dari realisasi pendapatan tersebut, penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp72.794.497.090,37 atau 55,48 %, Dana Perimbangan sebesar Rp751.686.225.701,00 atau mencapai 86,30 % dan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah sebesar Rp121.450.270.688,90 atau mencapai 71,15 % dari target yang ditetapkan.

Jika memperhatikan realisasi endapatan tersebut, mka realisasi PAD hanya memberikan kontribusi 7,69 % terhadap total realisasi penerimaan daerah. Berdasarkan laporan dan catatan yang ada, komponen PAD yang paling kecil memberikan kontribusi adalah komponen Lain-lain Pendapatan AsliDaerah yang sah realisasinya hanya mencapai 28,85 %.

“Hal ini menunjukkan bahwa ketergantungan anggaran daerah terhadap dana-dana yang berasal dari luar sangatlah besar. Menyadari bahwa PAD merupakan komponen penerimaan yang secara nyata menunjukkan kemampuan keuangan daerah, maka pemkab hendaknya melakukan upaya-upaya untuk dapat meningkatkan realisasi penerimaan dari PAD” ungkap Banggar.

Sementara, dari realisasi belanja tahun 2016, sebesar Rp876.746.066.517,95 atau 77,53 % dari target yang ditetakan sebesar Rp1.130.810.294.501,00. Dengan realissi belanja lebih kecil dariada plafon anggaran belanja yang telah ditetakan dalam APBD tahun anggaran 2016, mengindikasikan adanya penghematan dan/atau adanya kegiatan yang tidak dilksanakan.

Jika memperhatikan realisasi Pendapatan Daerah dihadapkan dengan realisasi Belanja, maka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2016 mengalami surplus sebesar Rp69.184.926.962,32.

Sedangkan di sektor pembiayaan, relisasi penerimaan pembiayaan daerah tahun anggaran 2016 sebesar Rp6.937.150.298,78 yang bersumber dari sisa lebih erhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya.

Untuk engeluaran pembiayaan terealisasi sebesar Rp46.659.370.564,00 yang merupakan pembayaran utang pemerintah daerah ada pihak ketiga, maka realisasi pembiayaan netto adalah realisasi kurang sebesar Rp39.722.220.265,22. Dengan demikian maka sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) pada tahun 2016 sebesar Rp29.462.706.697,10. (Bbg)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY