Penyaluran Air Bersih di Poso Terkendala Rusaknya Pompa Induk

0
65
Foto: Rapat Koordinasi Pokja Air Minum dan Kesehatan Lingkungan (AMPL) yang dihadiri Direktur PDAM Poso Ir.Munawir di kantor Bapelitbangda Poso Selasa (18/7) kemarin (Foto: Samsol Batubara)

POSO RAYA – Direktur PDAM Kabupaten Poso Ir. Munawir, MM mengatakan kendala yang dihadapi saat ini dalam penyaluran kebutuhan air bersih masyarakat, yakni rusaknya pompa induk yang dimiliki PDAM. Karenanya tak heran jika belakangan ini, penyaluran air bersih ke masyarakat terhambat dan tidak lancar.

“Kami mendengar semua keluhan warga soal distribusi air minum yang macet dan tidak lancar. Kondisi ini salah satunya disebabkan karena adanya kerusakan pompa induk yang kami miliki,” kata Munawir disela sela mengikuti Rapat Koordinasi Pokja Air Minum dan Kesehatan Lingkungan di kantor Bapelitbangda Selasa (18/7) kemarin.

Iapun meminta agar masyarakat dapat memahami kondisi yang dialami PDAM saat ini.

Selain karena rusaknya pompa induk, kendala lain yang dihadapi saat ini kata Munawir adalah banyaknya pipa induk yang mengalami kerusakan di sepanjang jalur pembangunan riol jalan yang tengah dikerjakan saat ini.

“Pembangunan jalan dan riol dalam kota saat ini juga mengakibatkan rusaknya sebagian besar pipa induk milik kami. Ini juga menjadi salah satu kendala penyaluran air bersih ke rumah warga,” tambahnya.

Hal lain yang dikemukakan Munawir adalah soal sistem pompanisasi yang masih digunakan PDAM Poso hingga saat ini. Karena selain memakan biaya yang cukup tinggi, sistem pompanisasi juga banyak menimbulkan kendala tehnis.

“Sehingga kalau hingga saat ini masih banyak keluhan masyarakat konsumen air bersih  dalam hal distribusi ke konsumen maka dengan segala kerendahan hati pihak PDAM memohon pengertian masyarakat,” pintanya.

Rapat Koordinasi Pokja Air Minum dan Kesehatan Lingkungan (AMPL) di kantor Bapelitbangda dipimpin langsung Plt. Sekkab Joksan Lakukua didampingi Sekretaris Bapelitbangda Noldy Tobondo.

Hadir dalam rapat tersebut sejumlah OPD yang termasuk didalam Pokja AMPL. Diantaranya Dinas Lingkungan Hidup, Seketaris Dinas PURR Ir Lindon Lagamu, serta Kabag Cipta Karya dan Seketaris Dinas Kesehatan Enor Latulola serta Direktur PDAM Poso Ir Munawir.

Seketaris Bapelitbanda Poso Noldy Tobondo  mengetangahkan program  100-0–100 yang pada dasarnya adalah sebuah program Pemerintah yang menargegkan 100% masyarakat telah meaksanakan kesbersian lingkungan, 0% terbebas dari sanitasi buruk dan 100 % menikmati air bersih di tahun 2019.

Sementara itu menurut Munawir, program penyaluran air bersih dari Desa Tangkura yang mengunakan sistem Gravitasi adalah merupakan program Pemerintah Pusat, yang hingga saat sekarang sudah mendakati perampunganya. “Sehingga apabila ditahun 2019 sisten grafitasi tersebut bisa selesai maka sudah bisa dipastikan program 100-0-100 bisa terealisasi sesuai target pada 2019 mendatang,” tambahnya.

Selain dari Direktur PDAM Poso, Seketaris Dinas Kesehatan Enor Latulola juga menyebutkan bahwa  untuk air bersih di wilayah epidemis “Schiistomiasis“ di wilayah Napu sangat perlu diperhatikan, agar didalam memasang pipa saluran air minum kependuduk harus ditanam yang dalam serta menghindarai air permukaan.

“Mengingat penyakit schistomiasis (Keong-red) berkembang biak di air permukaan,” paparnya. (Sam/Uly)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY