Warga Bungku Menjerit, Harga Tomat dan Cabe Meroket

0
54
Foto: Pedagang cabe dan tomat di pasar tradisional Bungku (Foto: Bambang)

MOROWALI, POSO RAYA – Kondisi ekonomi di Kabupaten Morowali semakin tidak jelas, utamanya di bidang perdagangan kebutuhan pokok.

Harga sayur mayur dan ikan laut yang hingga saat ini masih tinggi bahkan semakin melonjak, membuat pembeli yang notabene sebagian besar masyarakat biasa mulai mengeluh dan menjerit.

Sebagai contoh di pasar mingguan Desa Bente dan Bahomante Kecamatan Bungku Tengah yang dikenal lebih murah, kini mengalami perubahan drastis karena harga berbagai macam sayuran telah naik mencapai 100 persen.

Berikut sejumlah harga sayuran yang mengalami kenaikan :

  • Kangkung Rp4.000,- per ikat, sebelumnya Rp2.000,-
  • Pakis Rp4.000,- per ikat, sebelumnya Rp2.000,-
  • Labuh siam Rp10.000,- per kilogram, sebelumnya Rp5.000,-
  • Bayam Rp5.000,- per ikat, sebelumnya Rp2.000,-
  • Kacang panjang Rp5.000,- per ikat, sebelumnya Rp2.000,-

Sementara tomat yang minggu sebelumnya hanya Rp10.000,- per kilogram, kini meroket menjadi Rp30.000,- per kilogram, sedangkan cabe rawit masih bertahan di harga Rp40.000,- per liter.

Untuk ikan laut, jenis tuna masih tergolong mahal di harga Rp30.000,- per ekor.

Salah seorang pembeli di pasar Bahomante mengeluhkan kenaikan harga tersebut dan berharap kondisi itu tidak berlangsung lama.

“Untuk kami masyarakat kecil ini sungguh berat dengan kondisi yang ada saat ini, kita berharap agar pemerintah bisa menangani hal ini, kasian kami ini” ungkapnya.

Mas Har, pedagang sayuran mengatakan bahwa kenaikan harga memang berasal dari petani, sebagai contoh harga tomat di Napu Kabupaten Poso sudah mencapai Rp26.000,- per kilogram.

“Dari Napu, tomat sudah mencapai 26 ribu satu kilo, jadi otomatis kami juga harus naikkan harga di sini, begitu juga dengan sayuran” tandasnya. (Bbg)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY