SBC Tolak Dihentikan, Pemkab Klaim Tak Ada Izin Operasi

0
142
Foto: Jumpa pers yang digelar pihak perusahaan PT. SBC sehari sebelumnya (Foto: Rusli Suwandi)

POSO RAYA – Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu berapa waktu lalu memerintahkan PT. Surya Baru Cemerlang (SBC), agar menghentikan sementara proses aktivitas penambangan material galian C di wilayah Desa Meko Kecamatan Pamona Barat yang dinilai sangat tidak rasional serta bertentang aturan hukum yang ada. Pasalnya pihak perusahaan diklaim Pemkab sejauh ini belum menunjukkan bukti izin beroperasi di wilayah itu.

Kuasa hukum PT. SBC Andi Akbar Panguriseng kepada wartawan memprotes apa yang dilakukan Bupati Poso tersebut yang dinilai bertentangan dengan aturan main yang berlaku.

Menurut Andi Akbar, apa yang dilakukan bupati yang menutup aktivitas penambangan galian C di desa Meko beberapa hari lalu suatu hal yang bukan menjadi kewenangan pihak Pemda Poso.

“Kalau mengacu dari undang undang tentang Minerba, bahwa yang memilki kewenangan untuk menutup aktivitas galian C adalah pemerintah Provinsi dalam hal ini Gubernur Sulawesi Tengah,”  ungkap Andi Akbar kepada wartawan.

Dikatakannya, material galian C yang berada di Desa Meko yang dikerjakan oleh perusahan PT SBC tersebut, merupakan material yang di gunakan perusahaan yang saat ini tengah melaksanakan proyek strategis ruas jalan nasional Taripa-Pape. Meskipun demikian, pihak PT SBC akan terus melakukan aktivitas penambangan sungai yang ada di Desa Meko.

“Kami akan terus melakukan aktivitas penambangan dan menunggu adanya pernyataan resmi oleh Bupati Poso untuk menghentikan penambangan yang ada di desa Meko. Karena kami sendiri tidak tahu kesalahan perusahaan. Apalagi selama ini konstribusi kepada daerah telah kami lakukan,” tegasnya.

Andi Akbar menambahkan, terkait penutupan ini pihak PT SBC akan melakukan langkah langkah hukum serta upaya lain dalam menghadapi langkah Bupati yang dinilai menyalahi aturan yang ada.

Menanggapi hal itu, Rabu (12/7) kemarin, Bupati Poso memberikan pernyataan soal alasan dihentikannya sementara aktifitas perusahaan tambang galian C milik PT. SBC di Desa Meko Kecamatan Pamona Barat tersebut.

Dihadapan wartawan, Bupati yang didampingi sejumlah pimpinan OPD terkait menjelaskan, penghentian aktifitas sementara tambang milik PT SBC di Desa Meko itu dilakukan berdasarkan surat resmi dari Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tengah yang ditandatangani Kepala Dinasnya Bambang Sunaryo.

Dalam surat itu memastikan lokasi izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. SBC bukan merupakan wilayah usaha pertambangan yang sesuai dengan Perda No. 8 Tahun 2012 tentang RT, RW Kabupaten Poso, maka untuk peningkatan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi tidak dapat di proses lebih lanjut.

“Isi surat dari Kadis ESDM Sulteng yang ditujukan kepada Bupati Poso ini cukup jelas. Bahwa izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi aktifitas perusahaan di lokasi itu tidak dapat diproses lebih lanjut,” tegas Darmin.

Dalam surat itu Kata bupati Poso, Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tengah  menegaskan jika Wilayah Izin Usaha Pertambangan yang diterbitkan di Sungai Meko berada dalam Wilayah Usaha Pertambangan Logam sesuai Keputusan Menteri ESDM RI Nomor : 2737.K/30/MEM/2013 tentang Penetapan Wilayah Pertambangan Pulau Sulawesi.

“Surat Persetujuan Pemberian Wilayah Izin Usaha Pertambangan dan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi diberikan bukan untuk kegiatan penambangan tetapi hanya diperuntukkan melakukan kegiatan eksplorasi dan penyelidikan bahan galian,” ucap Darmin membacakan isi surat keterangan Dinas ESDM Sulteng di hadapan para media.

Darmin menambahkan , dalam surat itu juga menjelaskan jika kegiatan penambangan dapat dilakukan apabila perusahaan sudah mendapatkan izin usaha Pertambangan operasi Produksi dari Gubernur Sulawesi Tengah.

Untuk diketahui, Pemda Poso memerintahkan penghentian sementara kegiatan produksi dan pengangkutan hasil galian C oleh PT.SBC karena perusahaan itu belum memperlihatkan bukti izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi dari Gubernur Sulawesi Tengah untuk mengolah galian C di aliran Sungai Meko.

Sebelumnya, Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu bersama Dandim 1307 Poso Letkol (Inf) Dody Triyo Hadi, dan aparat Kepolisian Poso, menutup dan menghentikan sementara aktifitas perusahaan tambang milik PT. SBC yang sudah melakukan aktivitasnya selama kurun waktu setahun pada Kamis 6 Juli 2017 lalu.

Bupati Poso bersama Dandim Poso, pihak Kepolisian, camat dan beberapa pimpinan OPD, mendatangi langsung lokasi tambang galian C yang dikelolah oleh PT Surya Cemerlang, di desa Meko, Pamona Barat. Pemda Poso selanjutnya akan menindaklanjuti kegiatan ilegal perusahan tambang tersebut, sesuai dengan ketentuan yang ada.

Menurut Bupati Poso, kedatangan mereka ke lokasi penambangan tersebut, semata-mata ingin menjaga lingkungan. Sehingga perusahaan tambang yang akan melakukan aktivitasnya, harus memiliki ijin yang sesuai dengan peraturan yang ada, termasuk soal Amdal. Untuk sementara waktu, Bupati Poso bersama Dandim Poso, dan pihak Kepolisian di Poso, meminta aktivitas penambangan yang dilakukan disekitar lokasi danau Poso tersebut dihentikan untuk sementara waktu sambil menunggu pihak perusahaan bisa menunjukkan legal standing atau IUP operasi produksi dari Pemprov Sulteng.

Darmin juga meminta agar perusahaan mampu menunjukkan bukti jika telah membayar konstribusi kepada daerah. (Uly)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY