Proyek Pambangkit Poso I Terus Digenjot

0
58

SULEWANA, POSO RAYA – Setelah sukses membangun Proyek PLTA Poso II Dua tahun 2013, kini  Investor Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sulewana Poso Unit I di Kabupaten Poso terus digenjot. PT Poso Energy menargetkan pembangkit listrik Poso 1 tersebut bisa beroperasi pada 2018 dengan kapasitas 4 X 30 megawatt (MW).

Manager PT. Poso Energy Mustakim di area PLTA Sulewana Poso II mengatakan, saat ini proyek Poso I sudah masuk tahap konstruksi.

“Target kita dua tahun bisa selesai. Pembangunan PLTA Poso I ini akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama akan dibangun pembangkit 2 X 30 MW bersama bendungan di hulu. Bendungan tersebut sebagai cadangan air jika sewaktu-waktu terjadi penurunan debit air di Sungai Poso,” jelasnya pada Poso Raya.

Mustakim menjelaskan, bendungan tersebut nantinya akan membantu menetralisasi ketersediaan air untuk menggerakan turbin di PLTA Poso I, II dan III.

“Sehingga nantinya air akan selalu stabil. Kalau debit air berkurang, maka air di bendungan itu kita lepas,” katanya.

Pembangunan PLTA Poso I tersebut hanya berjarak sekitar tiga kilometer di atas PLTA Poso II yang sudah beroperasi sejak 2013. PLTA Poso II sendiri menghasilkan daya 3 X 65 MW dengan nilai investasi mencapai Rp 3,5 triliun.

“Untuk menghasilkan 1 satu megawatt menghabiskan sekitar Rp 20 sampai Rp 25 miliar,” katanya. Pembangunan PLTA Poso I diperkirakan menelan anggaran Rp2 triliun.

Saat ini konstruksi PLTA Poso I telah menyerap sekitar 400 tenaga kerja lokal dan diperkirakan hingga tahun 2017 akan menyerap  tenaga kerja mencapai 1.200 orang.

Mustakim mengatakan, jika seluruh pembangunan PLTA Poso I selesai maka ketersediaan listrik akan jauh di atas kebutuhan masyarakat di Sulawesi Tengah.

Seperti yang di harapkan Perusahaan Listrik Negara ( PLN) selaku penyalur “Daya Listrik“ sudah membangun jaringan interkoneksi ke seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah sehingga tidak ada lagi daerah yang mengalami krisis listrik.

Saat ini saja, kata Mustakim, PLTA Poso telah menghasilkan listrik 195 MW, jauh di atas beban puncak sistem kelistrikan Palu yang berkisar 72 hingga 80 MW. Hanya saja daya yang tersedia itu belum dimanfaatkan maksimal oleh PLN karena pembangunan transmisi dan gardu induk belum selesai.

Sumber air Sungai Poso salah satunya berasal dari buangan air Danau Poso di Tentena. Danau tersebut memiliki luas 360 kilometer persegi dengan kedalaman hingga 500 meter. Danau Poso sendiri memiliki panjang 68 kilometer sampai ke muara sungai.

Sungai Poso yang dijadikan sumber air PLTA Poso memiliki debit 125 meter kubik per detik. Demikian catatan yang diungkapkan Andi Asikin selaku Humas PT Poso Energi I Pamona 2017, saat berbicara dengan Poso Raya.

Andi Asikin juga mengetengahkan tentang masalah masalah  yang terjadi di seputar proyek PT Poso Energi 1 saat ini.

Pihak perusahaan tidak bisa menutup mata begitu saja tentang masih ada terjadi ketidak puasan masyarakat di lingkar proyek, atau masih adanya tuntutan -tuntutan masyarakat menyangkut lahan lahan tanah yang terkena proyek PLTA Poso 1 Poso 2 Poso 3.

Tetapi sebagaimana penegasan Manageman PT Poso Energi, tuntutan-tuntutan tersebut telah diselesaikan secara persuasif maupun  secara  Hukum.

“Dan pada umumnya masyarakat di lingkar Proyek PT Poso Energi bisa memahami serta bisa menerima  berjalannya proses pembangunan  PLTA itu,” tandas Asikin.

Humas PT Poso Energi I Pamona, Andi Asikin memberikan ilustrasinya. “Dari 100 orang masyarakat lingkar Proyek PT Poso Energi maka mungkin hanya 1 orang  saja yang belum faham manfaat pembangunan  “Energi Terbarukan“ yang dibangun sepanjang aliran Sungai Poso,” seloroh Asikin mengakhiri.   

 

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY