Membentuk Jiwa Nasionalisme Melalui Pancasila

0
36
Foto: Danrem 132/Tadulako Kolonel Inf Muh. Saleh Mustafa saat memberikan sambutan (Foto: DOk.Penrem)

POSO RAYA– Harus diingat bahwa Pancasila  adalah  bagian  dari  sejarah  inti  negara  Indonesia. Sehingga tidak heran bagi sebagian rakyat Indonesia, Pancasila dianggap sebagai sesuatu  yang  sakral  yang  harus  dihafalkan  serta  mematuhi  apa  yang  diatur  di dalamnya.  Ada  pula  sebagian  pihak  yang  nyaris  tidak memperdulikan  lagi semua  aturan-aturan  yang  tercantum dalam Pancasila.

“Kita tidak boleh sepihak atau menolak akan adanya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Mungkin  kita  masih  ingat atas kehendak Allah SWT pemberontakan-pemberontakan dalam usaha penggantian Pancasila dengan ideologi lain tidak pernah terwujud seperti halnya dengan  kasus  kudeta  Partai  Komunis  Indonesia yang  menginginkan  mengganti  ideologi  Pancasila  dengan  ideologi  Komunis.  Juga kasus  kudeta  DI/TII  yang  ingin  memisahkan  diri  dari  Indonesia  dan  mendirikan sebuah  negara  Islam.  Atau  Kasus PRRI/Permesta di Sulawesi Tengah dan pemberontakan  tentara  Gerakan Aceh Merdeka (GAM),” ungkap Danrem 132/Tadulako selaku Dansatgas Opster TNI Sintuwu Maroso Kolonel Inf Muh. Saleh Mustafa saat memberikan sambutan pada acara Pengajian dan Silaturrahmi di Masjid Baitul Makmur Kecamatan Poso Kota Kabupaten Poso, Kamis pekan lalu.

Banyak orang yang menentang pancasila dengan alasan agama. Masalah pokoknya adalah kurangnya pemahaman mereka tentang ideologi Pancasila dan juga  kesalahan mereka dalam  menafsirkan pelajaran pelajaran atau ilmu agama yang mereka dapatkan.

Mereka juga mudah di pengaruhi dan dihasut dengan alasan agama atau kebebasan. Dengan demikian sangat mudah bagi orang-orang yang ingin menghancurkan negeri ini dengan memanfaatkan mereka.

Selanjutnya Danrem menekankan tentang pentingnya arti ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan kita sehari-hari akan mempunyai keyakinan yang tinggi kepada Allah SWT dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang akan menjadikan umat Islam di Kabupaten Poso untuk bisa saling menghargai dan saling menjaga agar bersama-sama dengan tulus ikhlas memperkuat serta mempererat kerukunan antar umat beragama.

“Sehingga menjadikan umat Islam yang kuat serta tidak tergelincir lari ke dalam golongan orang-orang yang merugi,” tambah perwira tiga melati di pundak itu.

Acara pengajian dan silaturrahmi tersebut diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Poso dan agar dapat bersatu-padu serta saling bekerja sama dalam membangun bangsa dalam bingkai Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945,” harap Danrem. (Pr)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY