Golkar Sulteng Buka Pendaftaran Pilkada Tiga Kabupaten

0
57
Foto: Amran Bakir Nai

 

POSO RAYA – Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Sulawesi Tengah telah siap membuka pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati untuk pilkada serentak 2018 di tiga kabupaten.

Foto: Amran Bakir Nai
Foto: Amran Bakir Nai

“Kami telah menyelesaikan rapat tim pilkada serentak di Sulteng, kemudian akan ditindaklanjuti dengan rapat tim pilkada yang diperluas, paling lambat satu minggu setelah hari ini,” kata Sekretaris DPD Golkar Sulteng Amran Bakir Nai di Palu, Kamis.

Ia menjelaskan sesuai dengan jadwal Komisi Pemilihan Umum, Pilkada 2018 akan dilaksanakan 27 Juni 2018. Khusus di Sulteng, terdapat tiga daerah yang akan melaksanakan pilkada, yakni Kabupaten Parigi Moutong, Donggala, dan Morowali.

Di daerah itu, kata dia, banyak kader Partai Golkar yang akan ikut berkompetisi sehingga untuk mengantisipasi seluruh tahapan-tahapan sebelum hari pemilihan, Golkar akan membuka pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati dalam waktu dekat.

Terkait dengan rapat tim pilkada yang diperluas, dalam hal ini karena ada tiga daerah yang akan melaksanakan pilkada di Sulteng. Dalam rapat itu, akan dibahas sejumlah agenda dari tahapan penjaringan, pencalonan, hingga nama-nama bakal calon yang akan diusung nantinya.

Khusus partai yang mengusung nama-nama bakal calon, kata dia, minimal memiliki jumlah kursi 20 persen dari total kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat.

Di Kabupaten Parigi Moutong, Golkar memiliki 5 kursi dan masih kekurangan 3 kursi untuk mengusung satu pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati. Di Kabupaten Morowali masih kekurangan 2 kursi serta di Kabupaten Donggala masih kekurangan 2 kursi.

“Sehingga Partai Golkar masih membutuhkan partai lain untuk melakukan koalisi dalam mengusung satu pasang bakal calon,” ungkapnya.

Untuk menentukan partai mana Golkar akan berkoalisi, kata dia, akan terlihat dari pemaparan ketua-ketua dewan pimpinan daerah tingkat kabupaten saat rapat tim pilkada serentak yang diperluas nantinya.

Terkait dengan pola penjaringan dan penentuan bakal calon yang diusung, Partai Golkar sudah memiliki mekanisme yang diatur dalam petunjuk pelaksanaan yang mengatur tentang penetapan pasangan calon gubernur, bupati, dan wali kota dari Partai Golkar.

Dalam mekanisme itu, kata dia, partai tidak serta-merta mencalonkan kader, baik dari internal maupun eksternal, tanpa melalui tahapan survei.

“Kita akan melakukan survei dalam rangka menginventarisir nama-nama yang akan diusung menjadi bakal calon nantinya,” kata Amran. (TMG)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY