Dendam Masa Lalu Terhadap Aparat Keamanan Penyebab Munculnya Radikalisme

0
103
Suasana pembukaan Sosialisasi Forum Komunikasi dan Koordinasi Pencegahan Faham Radikal (Foto: wartawan Poso Raya)

POSO RAYA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Provinsi Sulteng menggelar giat sosialisasi Forum Komunikasi dan Koordinasi Pencegahan Faham Radikal. Rabu 12 Juli 2017

Kegiatan bertempat di Aula Kantor Bapeda Poso turut dihadiri Wakil Bupati Poso T. Samsuri, Kaban Kesbangpol Poso Mahmudin Djamal, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Para Kapolsek, Danramil, Camat dan para Napi kasus terorisme.

Dalam kegiatan ini sebagai pembawa materi Dandim 1307 Poso Letkol Dody Trio Hadi, Wakapolres Poso Kompol I Gede Suwara, Kabid Kewaspadaan Badan Kesbangpol Sulteng Drs. Irwan Nursin dan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulteng, Muzakir Tawil.

Melalui sambutan Gubernur Sulteng, kegiatan dibuka secara resmi oleh Wabup Samsuri yang mengatakan, jika sebagaimana yang diatur dalam UUD No 7 Tahun 2012 Tentang Penanganan Konflik Sosial dalam Pasal 36 bahwa Pemerintah Daerah berkewajiban melakukan upaya pemulihan pasca konflik secara terencana, terpadu, berkelanjutan dan terukur.

Dimana upaya pemulihan pasca konflik sebagaimana dimaksud pada ayat 1 meliputi rekonsiliasi, rehabilitasi dan rekontruksi.

“Kita mengetahui bersama daerah kita sempat tercitrakan sebagai daerah konflik dan sampai saat ini kita masih dianggap sebagai daerah rawan konflik, untuk itu sangat kita harapkan agar semua unsur terkait dapat bekerjasama dalam menjaga dan memelihara keamanan daerah kita,” ucap Wabup.

Menurut Samsuri, berbagai upaya kegiatan mencegah radikalisme telah dilakukan di wilayah Poso.

Dandim 1307 Poso Letkol Inf Dody Trio Hadi menjelaskan, bahwa hingga saat ini perkembangan radikalisme di Poso masih tetap ada. Hal itu terlihat dimana Operasi Tinombala masih terus berlanjut dikarenakan pemerintah pusat masih memperhatikan Poso, karena sel-sel tidur ini masih ada dan akan dapat mempengaruhi masyarakat lainnya.

Selain itu kata Dandim, penyebab adanya radikalisme salah satu faktor dendam yang masih ada hingga saat ini, mereka menganggap korban keluarganya diperlakukan dengan tidak adil oleh aparat keamanan.

Tak hanya itu, faktor kemiskinan tingkat kesejahteraan dan latar belakang pendidikan juga dapat berpotensi menimbulkan suatu konflik.

Dandim berharap, masyarakat yang masih menyimpan Senpi untuk dapat menghimbau masyarakat Poso agar dapat bekerjasama dengan menjaga paham-paham radikalisme di wilayah masing-masing serta dapat memberi pengaruh dilingkungan sendiri akan pentingnya keamanan.

Sementara itu dalam materinya Ketua FKPT Sulteng Muzakir Tawil menyampaikan, kita ketahui bahwa Daerah Poso pernah mengalami konflik, masyarakat di luar Poso menganggap sebagai daerah radikalisme. Hal ini tentunya akan dapat mempengaruhi kehidupan anak-anak, untuk itu mari kita bersama menjaga daerah kita agar tetap aman kondusif.

“Kita juga ketahui bahwa daerah kita pernah mengalami tragedi kemanusiaan, tentunya bagaimana cara kita mengatasi paham-paham radikal diantaranya adalah dengan pendekatan hukum seperti proses hukum mulai dari penangkapan dan pembinaan di lapas,” ujarnya.

Menurut Muzakir, mengapa Negara lain dapat sejahtera, salah satu indikatornya adalah faktor pendidikan yang tinggi sehingga kita memotivasi anak-anak kita untuk meningkatkan pendidikan.

Dari Polres Poso melalui Kasat Intel IPTU I Nyoman Sudano mewakili Kapolres Poso dalam materinya menjelaskan, peran Polres Poso dalam penanganan Faham Radikal di Wilayah Poso yakni terfokus pada dua titik peranan Intelejen dan Binmas.

Kata I Nyoman, salah satu peran Polri memperhatikan para keluarga korban konflik dan termasuk para keluarga terduga Teroris yakni mengunjungi para keluarga Eks Napi dan juga keluarga korban konflik.

“Harapan kami agar kita dapat mencegah bersama paham Radikalisme di Poso, karena Polri tidak dapat berbuat apa-apa tanpa bantuan masyarakat,” harapnya.

I Nyoman menambahkan, perlunya kita sikapi terkait paham-paham radikal di Poso tanpa tidak ada saling curiga antara satu dengan yang lainnya. (PR)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY