Obat di Apotik Morowali Langka

0
87
Foto: Sidang Paripurna DPRD Morowali (Foto: Bambang)

MOROWALI, POSO RAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Morowali menggelar Rapat Paripurna dengan agenda laporan hasil pembahasan komisi-komisi terhadap pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2016.

Rapat dilaksanakan di ruang sidang Gedung DPRD Desa Bahoruru, Rabu (12/07/2017) yang dipimpin oleh Wakil Ketua I, H Silahudin Karim, didampingi Asisten III, Abdul Wahid Hasan mewakili Bupati, dihadiri sejumlah pimpinan SKPD dan pejabat lainnya.

Dalam laporan Komisi I yang dibacakan oleh Irwan Arya, salah satu yang masuk pembahasan adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Morowali. Realisasi pendapatan RSUD Morowali sama dengan rancangan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD baik pendapatan maupun belanja, dan tidak terealisasinya pendapatan karena adanya beberapa sumber pendapatan yang pembayarannya dilaksanakan pada tahun 2017.

Dalam pembahasan, komisi I mempermasalahkan langkanya obat di Apotik RSUD Morowali, sementara anggaran belanja obat yang terealisasi tahun 2016 sebesar Rp7.178.656.543 miliar dari anggaran sebesar Rp 11.129.000.000 miliar.

Untuk hal tersebut, Direktur BLUD Rumah Sakit menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena kesalahan bidang pengadaan obat yang mengadakan obat tidak sesuai dengan kebutuhan rumah sakit. Alasan tersebut menurut Komisi I merupakan alasan yang tidak dapat diterima karena apapun alasannya, seorang Direktur harus bertanggungjawab terhadap seluruh kegiatan yang ada di rumah sakit.

“Olehnya itu, Komisi I merekomendasikan agar masalah ini perlu dilakukan pendalaman sesuai dengan hak, kewajiban serta tugas dan wewenang DPRD” tandas Irwan Arya.(Bbg)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY