Pasca Teror Polres Poso Tingkatkan Kewaspadaan

0
48
Foto: Petugas melakukan penjagaan di depan Mapolres Poso saat upacara peringatan HUT Bhayangkara ke 71 di gelar di halaman Mapolres Poso Senin (10/7) (Foto: Darmawan)

POSO RAYA – Pasca teror terhadap aparat keamanan khususnya anggota kepolisian, aparat kepolisian di Poso mulai meningkatkan kewaspadaan. Markas Polres Poso, sejumlah Polsek-Polsek dan Mako Brimob juga melakukan peningkatan penjagaan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya serangan kelompok kelompok tertentu yang ingin meneror polisi.

Peningkatan kewaspadaan itu diungkapkan Kapolres Poso AKBP. Bogiek Sugiyarto usai mengikuti apel pasukan dalam rangka Hut Bhayangkara ke 71 tahun di halaman Mapolres Poso Senin (10/7).

Menurut Kapolres Poso, teror selebaran pada Minggu subuh hari di depan Mapolres Poso yang bertuliskan “Kami Akan Datang Menumpah Darah Kalian Wahai Togut” merupakan sebuah ancaman keamanan untuk pihak kepolisian oleh kelompok tertentu yang ingin mengacaukan situasi di wilayah Poso.

“Yang jelas itu masuk dalam kategori teror ya, karna ada selebaran yang berupa ancaman yang menggangu khamtibmas kita,” ucap Bogiek kepada wartawan di Mapolres Poso, Senin kemarin.

Pada saat apel pasukan peringati Hut Bhayangkara 71 Senin pagi yang di pimpin Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu dihadiri anggota TNI/Polri dan Forum Kordinasi Pimpinan Daerah Poso. Suasana penjagaan super ketat dilakukan oleh Polres Poso dan Brimob Polda Sulteng dengan memakai Body Face.

Darmin Agustinus Sigilipu dalam sambutanya berterima kasih serta memberikan penghargan setinggi-tingginya atas pengabdian pimpinan dan anggota Polri dalam setiap pelaksanaan tugas.

Bupati menyampaikan, bahwa aksi teror yang kemarin terjadi hanya permainan saja dan masyarakat tidak terganggu.

Selama proses apel Hut Bhayangkara di gelar, jalur kendaraan di depan Mapolres Poso pun di tutup. Setiap pengendara dan warga yang akan masuk ke Polres poso, diperiksa oleh  sejumlah anggota Brimob dan anggota Provost Polres Poso, termasuk memeriksa barang bawaan.

Penjagaan superketat ini akan diberlakukan selama satu kali dua puluh empat jam demi memberikan rasa aman di wilayah Poso.

Menurut Kapolres Poso, meskipun kota Poso pada hari minggu mendapat ancaman teror dua kali hingga saat ini situasi di wilayah Poso tetap aman dan kondusif. Warga pun tidak terpengaruh oleh aksi teror tersebut. “Aksi teror ini patut diwaspadai. Namun warga tidak merasa terganggu dan tetap menjalankan aktifitas seperti biasa,” kata Kapolres Bogiek.

Kapolres menambahkan, saat ini Polda Sulteng masih menyelidiki siapa pelaku dari teror yang terjadi dua kali pada hari minggu kemarin. (Uly)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY