Kebebasan Pers Dicekal Sejumlah Wartawan Demo PT. IMIP

0
58
Foto: Sejumlah wartawan Morowali melakukan aksi demo di PT. IMIP (Foto: Darma Kusuma)

MOROWALI, POSO RAYA- Terkait adanya pelarangan masuk dikawasan perusahaan oleh pihak security kepada Wartawan untuk meliput pada kunjungan Menko Kemaritiman, Luhut Pandjaitan belum lama ini, sejumlah wartawan melakukan aksi demo di PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), kamis (16/2/2017).
Wartawan yang tergabung dalam Komunitas Jurnalis Morowali dan Morowali Utara menuntut kebebasan pers yang selama ini dikekang dan diintimidasi oleh PT. IMIP, salah satunya pelecehan terhadap wartawan yang dilakukan oleh oknum security. Mereka juga menuntut klarifikasi terhadap kebohongan yang dilakukan oleh salah satu manager PT. IMIP, Alexander Barus yang memberi kartu nama palsu kepada wartawan.
“Kami menuntut kepada pihak managemen PT. IMIP agar lebih terbuka ke publik dan tidak mengekang kebebasan pers seperti yang terjadi di pos 1 beberapa waktu lalu. Kami juga menuntut kepada Alexander Barus untuk mengklarifikasi nomor telepon palsu yang tertera dikartu nama yang Ia berikan kepada wartawan pada saat jumpa pers waktu kunjungan Menteri Perindustrian,” tegas Deddy, salah satu orator aksi demo.
PT. IMIP diduga lanjut Deddy, menyembunyikan sesuatu sehingga mereka (PT. IMIP) tertutup dan enggan memberikan informasi kepada wartawan yang ingin menjalankan tugas jurnalistik.

Hal inilah yang menjadi tanda tanya besar. “Alexander Barus mengatakan hanya Dia yang boleh mengeluarkan statemen atau konferensi pers, samentara Dia jarang berada di tempat (Morowali), nomor telepon yang diberikan juga palsu alias tidak aktiv, lalu kita harus konfirmasi sama siapa?” tanya Deddy.
Setelah beberapa jam melakukan orasi, akhirnya pihak perusahaan berkenan melakukan pertemuan untuk berdialog dengan wartawan yang melakukan aksi demo. Dedi Kurniawan, salah satu humas PT. IMIP yang diberikan tanggungjawab untuk menangani wartawan tidak bisa memberikan banyak jawaban.

Menurutnya, masalah yang terjadi pada saat kunjungan Menteri beberapa waktu lalu hanya miss komunikasi, karena pihaknya selaku panitia bersama rombongan Menteri sedang berada di Desa Labota dan disana tidak ada jaringan. “Kegiatan kunjungan Menteri beberapa waktu lalu sudah diatur oleh protokoler Kementerian, jadi kami hanya menyiapkan katu pers aja,” ungkap Dedi.
Ia menambahkan, terkait dengan kartu nama palsu yang diberikan oleh Alexander Barus, Ia tidak tidak punya kewenangan dan tidak bisa memberikan statemen apapun, hanya yang bersangkutan yang bisa mengklarifikasi hal tersebut.
Dedi juga berjanji akan melakukan perbaikan dari kekurangan yang ada di perusahaan sehingga komunikasi dengan wartawan bisa lebih lancar dan terbuka. Namun sayangnya, janji itu tidak dapat ditentukan, kapan bisa terlaksana. CR2.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY