Bupati Poso : Jangan Lupakan Sejarah

0
172
DARMIN AGUSTINUS SIGILIPU

POSO RAYA – Perjuangan Pemekaran Daerah Otonomi Baru, Sulawesi Timur sampai kini belum berakhir. Menariknya, sikap Pemerintah Daerah Kabupaten Poso tetap bersikukuh untuk masuk dalam jajaran wilayah calon pemekaran Sultim. “Sikap kita tegas, menolak keputusan DPRD Sulteng yang secara sepihak mengeliminir Poso dari Wilayah Calon Pemekaran Sultim. Ini soal sejarah dan letak geografis kita sangat mendukung sebagai ibukota Sultim”, tegas Darmin Agustinus Sigilipu, yang ditemui Poso Raya kemarin siang, di ruang kerjanya.
Bupati menambahkan, terkait dengan keputusan DPRD, 30 Agustus 2015 lalu, pihaknya melalui KP3 Sultim telah melayangkan surat secara resmi kepada komisi II DPR-RI, Kementrian Dalam Negeri, yang intinya menolak Poso dikeluarkan dari wilayah rencana pemekaran Sultim, dan meminta kepada semua wilayah sebagaimana yang ada sebelumnya agar tidak  lari dari komitmen awal. “Kita jangan lupa sejarah, pemekaran wilayah Banggai bersaudara, Morowali, Morowali Utara, dan Tojo Unauna itu kan semangatnya karena, berharap ke depannya semua wilayah pemekaran itu menjadi Provinsi sendiri. Jadi kalau ada yang mencoba membuat manuver dengan mengeluarkan Poso dari Sultim saat ini, berarti mereka sudah lari dari komitmen awal”, urai Darmin, mengajak kepada masyarakat agar terus berjuang sesuai dengan mekanisme yang ada.
Terpisah, Sekretaris Komite Percepatan Perjuangan Pemekaran Sultim (KP3-Sultim) Frits Sampurnama mengatakan, berdasarkan arahan Bupati Poso, ia telah bertemu langsung dengan Dirjen Otonomi Daerah di Kemendagri. Dalam pembicaraan terbatas tersebut, Frits mengaku lega, karena menurut Dirjen, tidak mungkin Sultim terealisasi jika masih ada suara pro-kontra. “Beliau sarankan secara kongkrit, agar kita kembali duduk bersama dengan berdialog dengan semua daerah bersama Gubernur, sambil menunggu dua Peraturan Pemerintah (PP) lagi yang akan diterbitkan terkait dengan pemekaran daerah”, jelas Frits yang saat ini, juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora). DW

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY