Pajak Air Permukaan PLTA Sebaiknya Dinaikkan

0
141
Ketua komisi I DPRD, Hidayat Bungasawa

POSO RAYA-Salah satu sumber pendapatan asli daerah kabupaten Poso adalah pajak-pajak yang dibayar oleh perusahaan yang beroperasi diwilayah ini. Seperti PT Poso Energy yang mengoperasikan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Sulewana dengan kapasitas listrik yang dihasilkan sebesar 3×65 megawatt. Namun pajak yang dibayarkan perusahaan ini dinilai masih terlalu kecil. Salah satunya adalah pajak air permukaan yang nilainya sekitarĀ  7,7 miliar rupiah, sementara jika dibandingkan dengan daerah lain yang juga ada perusahaan pembangkit listrik yang menghasilkan daya yang hampir sama. Di kabupaten Luwu Timur terdapat PLTA Larona yang dioperasikan PT Vale dengan kapasitas listrik sebesar 165 megawatt serta PLTA Karebbe dengan produksi listrik 90 megawatt sehingga total listrik yang ada dijabupaten ini sebesar 365 megawatt.
Wakil ketua komisi II Hermawan Nggau menyebutkan pajak air permukaan yang diterima kabupaten Luwu Timur dari listrik yang dihasilkan PLTA di kabupaten tetangga itu mencapai 40 miliar per tahun.
Jumlah ini jauh lebih besar bila dibandingkan yang diterima oleh pemda Poso dari PT Poso Energy.
DPRD menurut Hermawan, menyarankan pemda untuk melakukan studi komparatif ke wilayah ini untuk melihat dari dekat bagaimana PLTA disana beroperasi dan bagaimana perhitungan yang digunakan.
Jauh sebelumnya, beberapa anggota DPRD sudah menyarankan agar negosiasi dengan pihak PLTA dilakukan kembali untuk meningkatkan penerimaan daerah.
Bukan hanya penambahan pendapatan, usulan agar ada negosiasi baru supaya penerintah membicarakan kemungkinan agar kabupaten Poso juga mendapatkan sebagian saham perusahaan ini turut diwacanakan.
“Perlu negosiasi ulang, ini penting agar kita tidak hanya dikasi pajak yang memang kewajiban perusahaan, tapi kita juga harus turut menjadi pemiliknya,”kata Hidayat Bungasawa, ketua komisi I DPRD beberapa waktu lalu.(ian)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY