Dana Desa Kembali Raib

0
108
Ilustrasi perampokan

POSO RAYA – Dana desa selalu menjadi perbincangan ditengah masyarakat. Selain pengelolaan yang terkesan tertutup hingga menimbulkan dugaan penyelewengan oleh oknum kades, adapula sebab lain raibnya dana masyarakat ini, yakni perampokan. Hingga saat ini tercatat sudah 2 desa yang dana desanya dirampok. Yang terakhir dialami plt kades Uelincu, Noktrina Tinagari pada 5 Januari 2017 lalu. Sebanyak 32 juta dana desa yang dibawanya digondol orang tidak dikenal.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, peristiwa hilangnya uang rakyat itu terjadi ketika Noktrina yang sedang melintas di jalan curam pertigaan antara desa Uelincu dan Toaro terjatuh dari motor, muncul seseorang dari belakang mengendarai motor Honda Win. Bukannya menolong, menurut Noktrina, orang yang tidak dikenalnya itu malah mengambil barang yang ada didalam tasnya, selain uang 32 juta, barang lain yang dibawa kabur orang tidak dikenal itu adalah sebuah laptop. Seorang warga bernama Iwan Oli yang melintas menemukan Noktrina Tinagari dan kemudian melaporkan peristiwa itu kepada warga di kampung.Oktrina sendiri kemudian dilarikan ke rumah sakit Sinar Kasih untuk mendapatkan perawatan.
Camat Pamona Utara, Upasun Wanindi yang dikonfirmasi perihal peristiwa raibnya dana desa ini mengatakan peristiwa itu sudah dilaporkan ke Polsek Pamona Utara untuk dilakukan penyelidikan.
“Saya sudah laporkan ke Polsek Pamona Utara, kejadian ini sudah ditangani Polsek,”kata Upasun, Senin (9/1) kemarin. Namun, saat dikonfirmasi, kapolsek Pamona Utara Kompol Gde Suara mengatakan pihaknya belum mengetahui adanya peristiw itu.
“Saya belum tahu, belum ada masuk laporannya,”kata Kapolsek. Dalam laporan resminya, Camat Pamona Utara memasukkan laporan ini pada tanggal 6 Januari 2017, sehari setelah peristiwa itu terjadi. Beberapa pihak yang ditemui mengaku pesimis polisi bisa mengungkap kasus seperti ini. Mereka berkaca pada peristiwa pencurian dana desa Olumokunde yang terjadi pertengahan 2016 lalu.
Peristiwa perampokan dana desa juga terjadi pada 9 Juli 2016 lalu di desa Olumokunde, kecamatan Pamona Timur. Saat itu 120 juta dana desa raib dari Brankas di kantor desa. Anehnya, tidak ada tanda kerusakan pada brankas, hanya jendela kantor desa itu yang rusak. Sayangnya setengah tahun berlalu, Polisi belum kunjung berhasil mengungkap kasus itu. Sejumlah warga meyakini, pelaku pencurian adalah orang yang mengetahui situasi desa.(RD)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY