Pengedar Narkoba di Poso Makin Teroganisir

0
174
Ilustrasi penjualan narkotika

POSO RAYA – Peredaran narkotika di kabupaten Poso makin mengkhawatirkan. Upaya pihak kepolisian dan BNNK untuk melakukan penegakan hukum harus menghadapi sistem peredaran narkotika yang terorganisir rapi. Kasat Narkoba Polres Poso IPTU Suradi mengatakan para pengedar ini memiliki jaringan yang terorganisir rapi.
Dari beberapa kasus yang ditangani Polres Poso menemukan, narkotika ini dipasok dari Palu dan Makassar. Kedua kota besar di Sulawesi ini memang sejak lama menjadikan Poso sebagai salah satu target pasar mereka, karena letaknya yang tepat berada di pusat jalur trans Sulawesi.
Berdasarkan hasil keterangan sejumlah tersangka yang ditangani Polres Poso, pintu masuknya zat adiktif ini dari kota Palu bermula di 2 kelurahan, yakni Tatanga dan Kayumalue. Disini transaksi bermula sebelum kemudian diperdagangkan di Poso.
IPTU Suradi mengakui pihaknya mengalami kesulitan memberantas total peredaran narkotika diwilayah ini, khususnya peredaran narkotika jenis Sabu-Sabu. Selain sistem jaringan yang sangat terorganisir, kelompok pengedar ini juga berangkat dari beragam latar.
Pasar penjualan mereka juga semakin meluas, bahkan untuk mereka yang memiliki tidak begitu banyak uang kini disiasati oleh para pengedar dengan membuat paket-paket kecil dengan harga murah untuk menyasar para pelajar, sementara untuk pelanggan tetap mereka menjualnya dalam kemasan paket seharga 300 ribu hingga 1 juta rupiah.
“Sekarang ini kita fokuskan kepada pemutusan rantai jaringan,sehingga jika ada yang tertangkap,penyelidikan kita kembangkan sehingga kita kejar dan tangkap bandarnya,terbukti sudah banyak Bandar yang kita tangkap,”jelas Suradi mengenai salah satu upaya yang mereka lakukan.
Selain penegakan hukum, upaya pencegahan juga dilakukan untuk melawan peredaran narkotika. Seperti yang dilakukan BNNK Poso dengan melakukan pemetaan.
Dari hasil pemetaan yang dilakukan, tercatat empat desa yakni Desa Tambarana, Bakti Agung, Kawende dan Desa Kawende masuk dalam kategori zona merah narkoba.
“Berdasarkan hasil pemetaan yang kita lakukan, setidaknya ada empat desa di Kecamatan Poso Pesisir Utara yang masuk dalam zona merah narkoba,” kata Kepala BNNK Poso Ir.Max Imanuel Tungka kepada Poso Raya akhir tahun lalu.
Selain zona merah, terdapat sejumlah desa yang juga masuk dalam zona kuning dan zona hijau narkoba di wilayah tersebut. Desa Tumora dan Desa Membuke masuk dalam zona hijau narkoba, sementara Desa Desa Kalora masuk dalam zona kuning.
Pemetaan kawasan anti narkoba kata Max perlu dilakukan untuk mengetahui daerah mana saja yang masuk kategori rawan narkoba khususnya di Kabupaten Poso. Kategori zona merah atau rawan kata Max belum bisa dipastikan bahwa di wilayah tersebut banyak pengguna narkobanya. “Bisa jadi di wilayah itu tinggal para pengedar nakoba yang melakukan operasi di desa lain. Namun bisa juga karena pengguna dan peredaran narkoba di wilayah itu cukup tinggi,” ujarnya.
Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan kabupaten lain, wilayah Poso Pesisir Utara diduga menjadi salah satu pintu masuk peredaran narkoba di Kabupaten Poso.(MSR/RIF)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY