Mobil Jenazah Tidak Ada, Warga Pikul Mayat

0
113
Masyarakat Desa Hanggira terpaksa menandu jenazah menggunakan bambu karena ambulance puskesmas Doda bukan ambulance mayat.(dok.facebook)

POSO RAYA – Bukan  sekali ini saja masyarakat Lore Tengah yang tengah berduka terpaksa memikul  jenazah dengan menggunakan tandu yang kadang dibuat dari bambu.  Bahkan pernah juga ada yang hanya dengan menggunakan  kain sarung, bahkan kotak dos supermie untuk orok bayi yang tidak terselamatkan saat lahir di rumah sakit umum (RSU) undata Palu beberapa waktu lalu.
Kejadian serupa, terjadi lagi di desa Hanggira, hari Sabtu (29/10) lalu. Salah seorang warga yang meninggal di Puskesmas Doda, kecamatan Lore Tengah, jenazahnya terpaksa dijemput warga dengan memikul almarhum menggunakan tandu bambu menyusuri jalan sepanjang 7 kilometer agar  bisa sampai di tempat persemayaman almarhum terakhir. Sebenarnya di Puskesmas itu ada mobil Ambulance. Namun biasanya jika masyarakat meminjamnya untuk mengangkut jenazah, sulit diberikan, jawabannya sama, mobil itu bukan untuk mengangkut jenazah.

Hal serupah terjadi juga di desa Torire sebelumnya. Waktu itu seorang warga bernama Lembo Tagora yang meninggal, jenazahnya terpaksa ditandu dari puskesmas tersebut sepanjang 20 kilometer untuk sampai di kediaman almarhum, di desa Torire. Hal  yang sama sudah di alami  pula  warga  desa Katu. Desa terakhir ini jarak dari puskesmas Doda  di taksir hampir 50 kilometer jaraknya. Persoalanya  tetap sama, pihak Puskemas  setempat tidak  mengijinkan  mobil puskesmas keliling mengangkut mayat. Untung saja ketika itu ada warga yang rela meminjamkan mobil pribadinya membawa jenazah sampai ke tujuan. Kepala  desa Talabosa Gunawan Lantawa, mengatakan tindakan pihak Puskesmas tidak memberi toleransi kepada keluarga yang tengah berduka, sudah keterlaluan dan tidak manusiawi.
“Saya  anggap keterlaluan sudah keterlaluan kebijakan Puskesmas Doda itu. Kita bisa pahami dengan  aturan yang ada. Tetapi kan mereka juga harus mempertimbangkan kondisi masyarakat yang ada,”ujar Gunnawan kepada Poso Raya. Minggu, (30/10) kemarin.
Warga Lore Tengah sebenarnya sudah pernah berkali-kali mendapatkan janji akan diberikan bantuan mobil jenazah sejak zaman Bupati Piet Inkiriwang.Namun hingga lengser dan diganti bupati sekarang, mobil yang dijanjikan tidak kunjung terwujud.
Akibat ketiadaan ambulance pengangkut mayat ini, pernah suatu kali, seorang warga bernama, Dia terpaksa menyelipkan jenazah bayinya pada tumpukan barang dengan menaruhnya ke dalam dos. Itu dilakukan agar sopir taksi tidak tahu bahwa ada mayat dalam bawaanya dari Palu ke desa Besoa. Nan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY