4 Ton Bibit Padi Belum Ditanam

0
113
Kepala dinas Pertanian dan Dandim 1307 Poso meninjau lokasi cetak sawah baru. (foto :mansur)

POSO RAYA – Para petani di 2 desa di kecamatan Lore Timur, yakni desa Maholo dan Winowanga, hingga kini belum dapat memanfaatkan sawah yang baru dicetak untuk menanam padi padahal mereka yang tergabung dalam 2 kelompok tani disana telah mendapat bantuan bibit dan pupuk. Sayangnya, ribuan kilogram bibit itu kini terbengkalai karena belum bisa ditanam karena lahan sawahnya belum memenuhi syarat untuk ditanami.
Lahan sawah seluas 130 hektar yang ada di kedua desa itu sedianya akan rampung di kerjakan dan siap tanam itu nyatanya tidak kunjung selesai. Sejumlah warga dari kedua desa ini kemudian mendatangi DPRD Poso.
Dua orang ketua kelompok tani bersama sejumlah anggotanya menemui komisi II DPRD Selasa (25/10) lalu untuk menyampaikan kekecewaan mereka. Petani dari Winowanga dan Maholo ini mengaku kebingungan karena sebelumnya telah mendapatkan bantuan benih secara keseluruhan mencapai sekitar 4 ton serta pupuk,namun lokasi penanaman tidak tersedia.
“Kami sekarang bingung mau diapakan bibit sebanyak sekitar 4 ton dan juga pupuknya, karena lahan cetak sawah baru tidak bisa ditanami, tidak ada saluran air irigasi” jelas papa Ayu, petani asal Desa Maholo.
Kepala Desa Maholo,Un Rompas yang dihubungi, membenarkan adanya puluhan hektar areal sawah yang tidak dapat ditanami dalam masa tanam tahun ini akibat tidak tersedianya lahan percetakan sawah baru.  Ia mengkritik pola pengerjaan areal pencetakan sawah baru oleh TNI bersama Dinas Pertanian kabupaten Poso itu yang dilakukan tanpa ada pelibatan pemerintah desa saat proses pengerjaannya.

“Pencetakan sawah baru itu adalah sawah yang sudah siap tanam, namun faktanya dilapangan, sawah sawah itu tidak selesai dikerjakan, bahkan kontraktornya sudah lari, Nah para petani kini kebingungan bagaimana pemanfaatan lahan pencetakan sawah baru itu apalagi ada sekitar  4 ton bibit sama pupuknya yang sudah disiapkan sejak beberapa bulan yang lalu, tapi tidak bisa digunakan” jelas Un Rompas.
Hal senada dikeluhkan Alfius, kepala desa Winowanga, Lore Timur, yang mengungkapkan di desanya terdapat 70 hektar areal sawah baru yang seharusnya sudah selesai tapi justru terbengkalai dan tidak ada tindak lanjutnya hingga saat ini. Alfius mengakui dari sekitar 70 hektar lahan yang telah disiapkan dan terdata, TNI baru menyelesaikan sekitar 20 persen saja,sedangkan kontraktor sudah mundur.
“Lahan pencetakan sawah baru di desa kami sekarang sudah ditumbuhi rerumputan padang yang lebat, jadi praktis areal pencetakan sawah baru yang seharusnya sudah siap tanam malahan tidak bisa digunakan oleh para petani,” sesalnya.
Sementara itu anggota komisi II DPRD Poso ,Dewa Nyoman Aribowo, usai pertemuan mengatakan akan mengkonfirmasi keluhan para petani terkait keberadaan 130 hektar sawah baru yang tidak dapat digunakan itu. Dalam pertemuan dengan anggota DPRD itu para petani juga memperlihatkan sejumlah bukti berupa foto-foto puluhan karung bibit padi, pupuk serta lokasi lahan yang sudah ditumbuhi semak belukar karena tidak bisa ditanami.
“Kami akan mengkonfirmasikan kembali kepada pihak TNI maupun Dinas Pertanian Kabupaten Poso terkait laporan warga dari kedua desa di DPRD Poso” ujar Dewa.Sementara itu ketua komisi II Amir Kusa mengatakan, pihak dinas Pertanian ternyata telah mengalihkan sebanyak 28 hektar jatah cetak sawah baru desa Maholo ke desa Meko, Pamona Barat. Dia menyebut untuk warga Maholo baru akan dianggarkan lagi dalam APBD 2017 mendatang.
Selain keluhan kondisi sawah yang dicetak itu, warga juga mempertanyakan tidak adanya sumber air di sebagian lokasi sawah baru kedua desa itu.(MSR)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY