Bupati Diminta Evaluasi SKPD Yang Tidak Capai Target PAD

0
108
Fredrik

POSO RAYA – Badan Anggaran DPRD Poso meminta kepada Bupati Poso untuk melakukan evaluasi terhadap sejumlah SKPD di lingkungan Pemkab Poso yang target Pendapatan Asli Daerahnya (PAD) jauh dari apa yang diharapkan. Hal itu disampaikan anggota Banggar DPRD Poso Fredrik Torunde saat penyampaian pendapat Badan Anggaran terhadap Rancangan Perubahan APBD Poso tahun anggaran 2016 (18/10) di gedung DPRD.
“Ada sejumlah SKPD yang target PAD nya tidak tercapai. Karena itu Badan Anggaran DPRD Poso  juga meminta kepada Bupati  agar mengevaluasi kinerja SKPD SKPD  yang target PAD nya  minim. Badan Anggaran menyarankan perlu dilakukan upaya upaya dalam rangka  peningkatan PAD atupun monitoring peaksanaan kegiatan, sehingga anggaran pembangunan betul betul terlaksana  dengan baik,” jelas Fredrik.
Selanjutnya Badan Anggaran DPRD Poso menyarankan perlu dilakukan upaya  upaya dalam rangka meningkatkan PAD melalui identifikasi potensi wajib pajak/retrebusi daerah termasuk pelaku pelaku usaha. Termasuk mendayagunakan  aset aset  kekayaan Daerah yang potensial menjadi sumber pendapatan Daerah. Perbaikan adminitrasi dalam pengelolaan PAD serta evaluasi dan pengawasan terhadap semua pos penerimaan  ditingkatkan untuk meminimalisir kebocoran keuangan Daerah.
Dalam pandangan Banggar juga terungkap sejumlah komponen-komponen pendapatan Daerah yang mengalami perubahan target pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2016.
Diantaranya Pendapatan Asli Daerah  (PAD) semula Rp 69.177.696.706,26 rupiah bertambah sebesar Rp 35.715.721.480,13 atau sebesar 51,63%,setelah perubahan menjadi Rp 104.893.418.186,39 rupiah.
Adapun  perubahan tersebut  berasal dari  Pedapatan Asli  Daerah, hasil retribusi Daerah, hasil pengelolaan kekayaan Daerah yang di pisahkan betambah sebesar Rp 92 .248. 253. 820 Setelah perubahan menjadi  Rp 1.086 .685. 961.000,00 rupiah. Yang terdiri dari, bagi hasil pajak / bagi hasil bukan pajak , kurang sebesar Rp Rp 3. 869.163. 000,00 rupiah.
Sedang dana Alokasi umum tidak mengalami perubahan. Dana Alokasi Kusus naik sebesar  Rp 96.117.461.820.00. rupiah.
Didalam kesempatan itu  Badan Anggaran DPRD Poso juga menguraikan  masalah yang bersangkut paut dengan Pendapatan Daerah  yang bertambah 50%  adalah  dari  hasil pengelolaan kekayaan Daerah serta lain lain pendapatan PAD dan Retrebusi Daerah.
“Semua sumber PAD tersebut perlu dikelola lebih intensif  dan profesional serta sungguh sungguh  untuk memberikan manfaat kepada Derah yang kita cintai,” pungkasnya. SAM

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY