Program Dinilai Belum Jelas

0
86
sidang paripurna DPRD yang mengesahkan perda pe nyertaan modal pemerintah ke PDAM Poso.(foto:dok)

POSO—Tokoh muda Poso Rizal Calvary Marimbo meminta Dewan Perwakilan Daerah Poso menunda penyertaan modal sebesar Rp 10 miliar kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM Poso) ditunda dulu. Pasalnya, program dan rencana bisnis PDAM ke depan belum jelas dipaparkan ke publik.

“Kalau saya minta ditunda dulu, sampai jelas, dirut PDAM ini mau buat apa dia ke depan kalau dana ini cair. Ini yang tidak jelas, dia mau buat apa,” ujar Marimbo usai bertemu Menteri Perindustrian Erlangga Hartarto di Jakarta belum lama ini. Marimbo mengatakan, selama ini, pengelolaan keuangan dan proyek PDAM tidak transparan, layanan kepada masyarakat juga jelek. Padahal, PDAM selalu mendapat suntikan dana dari APBD maupun dari Kemenkeu.

Marimbo juga menyoroti PDAM yang terus merugi dan rendahnya kualitas air yang sampai ke masyarakat.”Padahal tiap tahun disuntik modal, uangnya ke mana. Padahal kita mau jadi daerah wisata. Air PAM di Tentena dan Poso jelek sekali. Ini orang kerjanya apa?” ujar dia. Sebab itu, Marimbo meminta Pansus PDAM menunda penyertaan modal ini sampai PDAM mampu memaparkan secara terbuka rencana pengembangan pelayanan kepada masyarakat dan rencana bisnis perusahaan secara profesional. Dia mengatakan, pendapatan PDAM sekitar Rp 8-9 miliar per tahun, namun herannya PDAM malah terus merugi. “Struktur biaya macam apa sampai merugi begini. Padahal karyawan tidak sampai seratusan. Berapa sih gaji karyawan? Ini berarti PDAM tidak efisien alias boros. Efisiensi produksi hanya 50-an persen sementara tingkat kehilangan air sangat tinggi masih di atas 20 persen. Saya bingung juga Pansus ini hitungnya macam apa,” ujar dia.

Seharusnya, ujar Marimbo, DPRD tidak ujuk-ujuk  memberikan penyertaan modal kepada PDAM, sampai dia mampu memaparkan secara detil rencana dan program PDAM ke depan kepada publik. DPRD juga seharusnya meminta peta jalan (roadmap) PDAM dalam  memperbaiki manajemen operasional, keuangan, proyek, dan sumber daya manusianya.   Marimbo mengatakan, dengan adanya penyertaan modal, rasio utang atas modal akan mengecil. “Bahasa kerennya itu debt to equity ratio-nya mengecil. Kalau mengecil berarti ada peluang bagi PDAM mencari sumber pendanaan pihak ketiga untuk menambah infrastruktur layanan air bersih ke masyarakat Poso,” pungkas dia.

Transparansi Proyek
Dia juga meminta agar PDAM secara transparan dalam melakukan pengelolaan proyek. Mulai dari tender, penunjukan langsung, pengerjaan dan hasil audit. “Agar masyarakat tidak menduga yang macam-macam dan hasilnya jelas, prosesnya transparan. Jangan abal-abal begini,”  ujar Marimbo.(rif)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY