Persiapan Musyawarah Adat Masyarakat Tampolore

0
123

POSO RAYA – Ditengah hiruk pikuk sebagian warga Poso yang membahas tentang upaya memperjuangkan pengembalian Poso kedalam bagian calon provinsi Sulawesi Timur, masyarakat di Lore terus memantapkan perjuangan mereka dalam mewujudkan terbentuknya kabupaten Tampolore. Rabu (28/9) kemarin, komite percepatan pembentukan kabupaten Tmpolore menggelar pertemuan di kantor kecamatan Lore Timur, desa Maholo. Dalam pertemuan itu, ketua tim, Hary S Kabi mengatakan secara yuridis calon wilayah pemekaran itu sudah mendapat rekomendasi dari Bupati dan DPRD Poso sejak tahun 2014 lalu.
Pertemuan para tokoh-tokoh Lore ini merupakan ajang evaluasi kerja-kerja komite yang dibentuk sejak tahun 2010 silam. Selain Hary S Kabi, dalam pertemuan itu hadir pula Wempi Gembu, Darius Mondolu, Yuser Gae dan para kades serta ketua BPD.

Pemda Poso selama ini mendukung pemekaran Tampolore yang sebagian besar wilayahnya berada di kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) selain pembentukan kota Poso. Kepala Bagian Tapem Amos Mondolu mengatakan, secara administrasi, dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk diserahkan sebagai syarat sudah siap. Bahkan peta batas wilayah kecamatan Lore Selatan dengan kecamatan Rampi yang masuk dalam wilayah kabupaten Luwu Utara, Sulsel sudah selesai dibuat oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) sudah disepakati oleh provinsi Sulteng dan Sulsel.
Mengenai dimana nantinya ibukota ditempatkan, masyarakat Tampolore sudah bersepakat menunjuk desa Watutau sebagai ibukotanya mengingat posisinya yang berada ditengah dan sejarahnya yang panjang. Bagaimana langkah pemekaran wilayah ini selanjutnya? para tokoh masyarakat dari seluruh dataran Lore akan berkumpul pada 21 Oktober 2016..
Camat Lore Timur, Jerry Gembu mengatakan, pertemuan itu juga sekaligus membicarakan persiapan pelaksanaan musyawarah adat masyarakat Tampolore yang akan dilaksanakan pada 21 Oktober 2016 nanti.(IAN)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY