Ibrahim Ismail: Pengganti Kemenag Poso Harus Memahami Psikologi Umat Beragama

0
10
foto : Ustad Ibrahim Ismail

POSO RAYA – Saat ini belum ada siapa nama yang pas dan cocok, yang nantinya akan menggantikan posisi Najamuddin melanjutkan jabatan menjadi Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Poso.

Kini kepala Kemenag Posa  Najamuddin  tinggal menunggu waktu untuk melepas jabatanya yang selama ini diembanya.

Seperti diketahui Najamuddin dipastikan akan mengundurkan diri dari jabatanya karena akan ikut dalam pertarungan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Morowali di Pilkada 2018.

Najamuddin sendiri menjadi Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kabupaten Morowali yang berpasangan dengan Taslim sebagai Calon Bupati (Cabup) 2018-2022.

Sehingga untuk menggantikan posisi Najamuddin di Kemenag Poso yang tak lama lagi akan mundur, mendapat tanggapan serius dari sejumlah tokoh agama di Poso salah satunya Sekretaris Komisariat Daerah (Komda) Alkhairaat Poso, Ibrahim Ismail.

Ibrahim Ismail berharap kepemimpinan Kemenag Poso untuk menggantikan posisi Najamuddin harus di pimpin oleh figur yang memiliki kemampuan mengkolaborasikan visi misi kepala daerah Kabupaten Poso

Selain itu menurut Ibrahim Ismail, yang menggantikan jabatan Kemenag Poso nantinya harus mampu menciptakan bidang pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dan mengawal proses perdamaian dan toleransi yang sudah berjalan baik selama ini.

“Tentunya yang nantinya menggantikan jabatan Kemenag Poso memiliki kemampuan mengkolaborasikan visi misi kepala daerah Kabupaten Poso serta mampu menciptakan bidang pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dan mengawal proses perdamaian,” ucap Ibrahim Ismail yang juga ketua III Sekolah Tinggi Agama Islam Poso, usai ikut upacara HAB 72 tahun Kemenag.

Ibrahim Ismail menambahkan, siapapun yang akan di percayakan menggantikan posisi kepala Kemenag Poso adalah sosok yang memahami psikologi umat beragama serta kelangsungan hubungan antar dan intern umat beragama.

“Kami harap siapapun yang menggantikan posisi Kemenag Poso harus orang yang benar-benar seorang pemimpin yang memahami psikologi umat beragama,” pungaksnya. (PR)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY