UPT Pasar Poso Butuh Anggaran Operasional Dari Dinas

0
23
Foto: kepala UPT Pasar Poso bersama jajaranya

PTBSM Poso 2018 Mulai Berbenah

POSO RAYA – Mulai tahun 2018, Pasar Tradisional Bersih Sintuwu Maroso (PTBSM) yang berada di Kelurahan Lembomawo, Kecamatan Poso Kota Selatan mulai berbenah.

Hal itu di ungkapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) pasar Poso, Mohamad Rizal dalam upaya mendukung pemerintahan menjadi Poso kota cerdas untuk meraih adipura.

Namun ironisnya menurut Rizal, semua kegiatan yang dilakukan oleh jajaranya tanpa ada dukungan anggaran operasional dari pemerintah daerah melalui Dinas Kumperindag Poso.

Kata Rizal, saat ini pihaknya mulai berbenah dengan melakukan program penertiban kepada para pedangan di PTBSM Poso, seperti penataan lapak pedagang dan penataan para penjual yang telah direlokasi mulai di optimalkan.

Sehingga pengoptimalkan ini dilakukan, untuk memberikan kenyamanan dalam bertransaksi antara penjual dan para pembeli, serta menjadikan pasar Poso sebagai sentral perdagangan yang efektif dan membangun perekonomian di Poso.

“Tentunya saya bersama jajaran tahun 2018 ini mulai berbenah, sejumlah kegiatan penertiban pedagang kami sudah laksanakan. Sayangnya kami bekerja ini tanpa ada dukungan anggaran operasional dari Dinas Kumperindag,” keluhnya.

Rizal mengatakan, tujuan utama dalam penataan PTBSM ini juga untuk mendorong Peningkatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Poso. Dalam setahun PAD yang harus dicapai mencapai Rp1,3 milyar.

Namun Rizal menyampaikan, selama melaksanakan tugas dilapangan bersama jajaran kesulitan anggaran dalam bertindak menjalankan tugas, bahkan hanya menggunakan anggaran sendiri tanpa ada bantuan.

“Kami kesulitan anggaran pak dalam bekerja. Ini yang menjadi beban pikiran saya dengan para jajaran,” ungkap Mohamad Rizal yang baru sebulan menjabat kepala UPT pasar Poso ini. Rabu 31 Januari 2018.

Bahkan pihak Dinas Kumperindag Poso sendiri menyampaikan, agar jajaran PTBSM Poso menggunakan anggaran dari PAD saja. Nantinya dana PAD yang digunakan akan diganti kembali oleh pihak dinas.

“Kami kan punya anggaran target perhari, kalau sudah terkumpul itu yang kami pakai dulu sehingga bukti alat tagih kami tahan dulu. Nantinya kalau ada pencairan dana di dinas baru diganti dana PAD yang sudah kami pakai. Kalau seperti itu lambat target PAD kita,” tuturnya.

Rizal menambahkan, jika ada bantuaan anggaran dari dinas terkait sangat memudahkan petugas UPT pasar untuk bekerja, sehingga lebih menciptakan kedisiplinan yang lebih baik dan memudahkan melakukan pembayaran honor kepada para petugas.

“Yang jelas 70 persen kendala kami disini soal anggaran,” ujarnya.

Kini program penataan PTBSM Poso terus dilakukan oleh pihak UPT pasar. Bahkan dengan tegas dalam waktu dekat ini, bagi para pedagang yang tidak menyetor lapak penjualan dan distribusi pasar akan ditindak tegas dengan harus keluar dan tak berjualan di PTBSM Poso. (PR) 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY