PBNU Dorong Generasi Pemuda Pahami Falsafah Pancasila dan NKRI

0
23
saat sekretaris LTM PBNU, Drs. H. Ibnu Hazein membawakan materi dihadapan peserta

POSO RAYA– Lembaga Takmir Masjid (LTM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pusat menggelar pelatihan pemuda pelopor 2017.

Pelatihan mengambil tema “Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid Sebagai Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI’.

Hadir sebagai pemateri sekretaris LTM PBNU, Drs. H. Ibnu Hazein, dan wakil sekretaris LMP PBNU, Mahbib Mu’afi.

Ibnu Hazein dalam materinya menyampaikan soal kepeloporan pemuda masjid dalam perjuangan islam dan keindonesiaan.

Kata Ibnu Hazein, kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk menyampaikan soal informasi dan pemahaman fitnah serta berita bohong di media sosial tentang pemahaman ideologi Nahdlatul Ulama (NU) yang sejauh ini beredar di dunia maya tanpa ada konfirmasi.

Sehingga kata Ibnu Hazein, untuk membentengi anak muda dari hal tersebut dilakukanlah pelatihan pelopor untuk para pemuda yang ada di Kabupaten Poso serta wilayah lainya. Agar memperkuat paham keagamaan Ahlusunnah wal jama’ah.

Menurut Hazein, yang terpenting  bisa memahami falsafah pancasila dan NKRI untuk memperkuat generasi pemuda.

“Kedua hal ini harus perlu dipahami oleh para pemuda, supaya tidak gampang terjerus oleh pemahaman ideologi yang datang dari luar yang sengaja memecah NKRI,” ucapnya, Jumat 15 Desember 2017.

Hazein menambahkan, jika negara Indonesia sumber kekuatanya ada di NU. Kata Hazein, jikalau NU sudah rapuh negara Indonesia bisa digulingan oleh pemahaman dari luar.

“Negara ini sumber kekuatanya ada di NU, kalau NU sudah rapuh negara ini bisa digulingkan,” ucapnya.

Sementara itu Mahbib Mu’afi dalam materinya menyinggung soal strategi pemuda masjid dalam pergerakan membentengi kedaulatan dan memakmurkan NKRI.

Mahbib Muafi menjelaskan, jika radikalisme merupakan pemahaman yang sangat berbahaya. Banyak teroris-teroris yang mengatasnamakan jihad.

Menurut Muafi, prinsipnya soal jihad itu banyak macamnya. Termasuk mencari ilmu bagian dari jihad. Dan jihad itu sendiri harus izin memimpin atau penguasa.

Selain itu Muafi menyampaikan soal khilafa dalam islam. Bagi NU sendiri khilafa itu hanyalah fakta sejarah, bahwa dahulu ada khilafa, namun sekarang kehidupan itu bisa berbeda dengan adanya negara baru.

 “Apakah kita bisa menyntukan elemen umat islam dalam satu pemimpin itu sangat berat. Maka ada ulama yang menyatakan nabi saja tidak pernah meninggalkan sistim yang baku tentang khilafa itu sendiri,” jelasnya.

Muafi menambahkan, tidak ada sisitim yang baku dalam tata negara soal islam. Yang paling terpenting ialah bagaimana keadilan itu bisa terwujud, keadilan kemaslahatan dan rahmat itu menjadi penting.

Pelatihan pemuda pelopor 2017 oleh ini selain di hadiri pemateri dari PBNU pusat. Hadir juga ketua PC NU Poso, para imam masjid, pemuda islam Poso, organisasi PMII, GP Ansor, NU Poso, Alkhairaat, para ustad dan pelajar.(PR)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY