Umat Islam Poso Marah, Harap Pelaku Penyebar Kebencian Ditindak Tegas

0
1208
umat muslim Poso saat menanggapi postingan warga yang diduga menyebar kebencian

Polisi Akan Gunakan Ahli Pidana dan Bahasa Terhadap Laporan Dugaan Penyebaran Kebencian 

POSO RAYA – Umat islam di Poso geram dengan ulah salah satu warga Poso yang menggunakan akun Facebook bernama Jemi Karter Kareba karena diduga menyebar provokasi dan menghina ulama.

Dalam jumpa persnya, Sugianto Kaimudin mengatakan, apa yang dilakukan pelaku penyebaran kebencian telah mencederai umat islam. Kata Sugianto, umat muslim Poso meminta kepada aparat kepolisian agar menindak tegas pelaku penyebaran kebencian.

“Kami sangat menyesalkan postingan itu. Kami meminta kepolisian untuk menindak tegas pelaku, karena telah menyebarkan kebencian terhadap ulama,” ucap Sugianto Kaimudin tokoh agama islam yang juga ketua FPI Poso ini, Sabtu 09 Desember 2017.

Menurut Sugianto, jika Jemi Karter Kareba sudah sering kali menyebar postingan kebencian di facebok yang menghina ulama. Akun facebook Jemi Karter Kareba juga pernah menghina seorang penceramah muslim Zakir Abdul Karim Naik dengan menyebut kata kasar kampret.

“Beberapa bulan kemarin akun facebook Jemi Karter Kareba mengatakan bahwa Zakir Naik itu kampret,” ungkap Sugianto Kaimudin.

Sugianto menambahkan, agar pemilik akun facebook Jemi Karter Kareba untuk segera diproses hukum dan bisa segera ditangkap oleh aparat penegak hukum.

“Harus ditangkap ini orang, jangan sampai massa nanti yang melakukan penangkapan. Kita tidak menjamin ada kelompok-kelompok ataupun perorangan yang nantinya melakukan aksi kekerasan,” ujar Sugianto.

Sugianto juga menyampaikan, jika permasalahan ini pihaknya sepenuhnya menyerahkan kepolisian agar bisa ditangani dengan secara tegas.

Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto menghimbau kepada warga pengguna medsos agar selalu bijak dalam menggunakan medsos jangan sampai salah menggunakanya. Warga juga diharapkan jangan mudah terprofokasi dan tetap menjaga keamanan.

“Intinya bagi pengguna medsos harus menggunakan dengan bijak jangan sampai salah menggunakanya. Kami dari kepolisian berharap warga tetap aman dan damai jangan terprofokasi,” kata Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto. Sabtu 09 Desember 2017.

Sementara itu ditemui Kasat Reskrim polres Poso, AKP David Sianipar menyampaikan, pihaknya akan secepatnya mempelajari laporan warga tersebut menggunakan ahli pidana dan bahasa. Menurut David, jika memenuhi unsur masalah akan ditindak. Pihaknya juga secepatnya akan memanggil pelaku.

“Pihak kepolisian akan mempelajari laporan warga menggunakan ahli pidana dan bahasa. Pelaku juga akan dipanggil karena ada laporanya,” tegas David.

Untuk diketahui jika akun facebook bernama Jemi Karter Kareba tiba-tiba saja menjadi viral saat para netizen warga Poso pada Sabtu 09 Desember 2017 mengupload komentarnya yang dianggap warga Poso menghina umat islam.

Oknum itu diduga menyebar kebencian atas komentar facebooknya disalah satu media online yang menulis berita soal kedatangan ustaz Abdul Somad di Bali beberapa hari lalu yang mendapat penolakan oleh kalangan ormas Bali.

Berita online tersebut di tulis oleh media VIVA.co.id diterbitkan pada edisi Jumat 8 Desember 2017 berjudul “Tolak Ustaz Abdul Somad, Ormas di Bali Kepung Hotel Aston”.

Karena heboh di media sosial (medsos), akun facebook Jemi Karter Kareba kemudian mengomentari isi berita yang beredar di facebook.

Dimana dalam komentarnya akun facebook Jemi Karter Kareba mengatakan, bahwa “Ustadz Abdul Somad adalah Ustadz Bermazhab Salafisme dan Wahabi”. Bahkan ia juga menyebut “Ustaz Abdul Somad sebagai Provokator di Indonesia”. Dan mendukung penolakan apa yang dilakukan ormas Bali dengan mengatakan“Mantap Saudara ku di Bali”. (PR)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY