Ketua III STAI Poso Lepas Peserta KKN dan PKL Terintegrasi

0
52
Foto: Pemasangan atribut KKN dan PKL secara simbolis oleh ketua III STAI Poso, Ibrahim Ismail

Peserta KKN Harus Bisa Buat Program Kerja Untuk Pembangunan Desa

POSO RAYA– Sebanyak 25 mahasiswa dan mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kabupaten Poso gelombang 6 tahun Akademik 2017/2018, pada Sabtu malam 09 September 2017 dilepas oleh pihak kampus untuk mengikuti proses Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktek Kerja Lapangan (PKL) terintegrasi.

Pelepasan KKN dan PKL mahasiswa STAI Poso itu di lepas secara langsung oleh ketua III STAI Poso Ibrahim Ismail serta di saksiksan ketua I STAI Poso dan ketua panitia pelaksana KKN Budiman Maliki.

KKN dan PKL terintegrasi dari dua jurusan Managemen Pendidikan Islam (MPI) dan Ekonomi Syariah yang digelar selama dua bulan, akan menempati 4 posko yang ada di wilayah kecamatan Poso Kota Utara dan Kecamatan lage serta melakukan PKL di delapan kantor swasta dan pemerintahan.

Ibrahim Ismail berpesan, agar seluruh peserta KKN dan PKL bisa menjaga identitas dan atribut secara baik. Serta melaksanakan tugas KKN dan PKL dengan baik dan benar.

“Saya mengharapakan seluruh peserta KKN dan PKL bekerjalah dengan  benar serta memelihara identitas dan atribut secara baik,” harap Ibrahim Ismail yang biasa di panggil Gus Im ini selaku bidang kemahasiswaan.

Ibrahim juga menekankan, mahasiswa yang ikut KKN dan PKL di tahun ini bisa membuat program kerja yang dapat membantu pembangunan desa, kota maupuan instansi terkait. Karena mahasiswa STAI Poso dilahirkan agar berguna untuk bangsa dan negara yang tak lupa dengan Allah SWT.

Sementara itu sebelumnya 25 mahasiswa dan mahasiswi yang ikut KKN dan PKL diberikan pembekalan selama dua hari sebelum terjun ke lapangan.

Dimana dalam materi pembekalan, ketua panitia Budiman Maliki menyampaikan, mahasiswa KKN dan PKL harus dapat memberdayakan masyarakat untuk mengelola potensi yang ada dan dimiliki untuk meningkatkan kualitas kehidupan.

Selain itu Kata Budiman Maliki, memacu pemberdayaan masyarakat dengan menumbuhkan motivasi untuk memanfaatkan secara optimal sumberdaya yang dimiliki, sehingga mampu melaksanakan aktivitas pembangunan secara mandiri dan berkelanjutan.

“Intinya peserta KKN dan PKL harus bisa peka melihat situasi dan peluang untuk bekerja sama dalam hal pembangunan,” ucapnya. (PR)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY