Sampah Plastik Desa Kilo Jadi Sumber Pendapatan Warga

0
45
Foto: Hadijah Laonga bersama kreasi bunga plastik yang dibuatnya (Foto: Sutarman)

KILO, POSO RAYA – Siapa yang menyangka jika keberadaan sampah di lingkungan kita, jika dikelola dengan tekun dan penuh kesabaran, maka bisa mendatangkan penghasilan yang menjanjikan bagi masyarakat. Seperti halnya yang dilakukan Hadijah Laonga, salah seorang warga Desa Kilo Kecamatan Poso Pesisir Utara.

Sampah sampah plastik yang ditemuianya, bukan langsung dibuang, melainkan dikelola menjadi rangkaian bunga plastik yang menarik dan layak dikomersilkan.

Ditemui dikediamannya di Desa Kilo, Hadija mengaku usaha mengolah limbah plastik menjadi bunga, baru ditekuninya selama tiga bulan terakhir.

“Namun alhamdulilah hasilnya sudah bisa terlihat dan bisa menjadi salah satu sumber penghasilan bagi keluarga kami,” sebutnya kepada Poso Raya.

Menurut Hadijah, satu buah kreasi bunga plastik yang dibuatnya, bisa dijual dengan harga Rp 150 – Rp 750 ribu per buah. Pemasarannnya pun tidaklah terlalu sulit. “Cukup saya titip di toko toko, bahkan tidak sedikit juga ada warga yang datang langsung ke rumah untuk membelinya,” jelas Hadijah.

Ia mengaku untuk memperoduksi satu buah kreasi bunga, dibutuhkan waktu selama dua hari. Untuk menjalankan usahanya ini, Hadijah dibantu seorang karyawan.

Ditanya soal ilmu merangkai bunga dari plastik yang diperolehnya, Hadijah mengaku tidak ada ilmu khusus untuk merangkai bunga dari plastik. Bahkan dirinya mengaku mahir secara otodidak atau secara alamiah saja. “Tidak ada kurusuis khusus, saya bisa merangkai secara alamiah saja,” ujarnya tersipu.

Ia mengaku usaha yang ditekuninya saat ini masih mengandalkan modal sendiri, mengingat sampah plastik sebagai bahan baku masih mudah diperoleh. Kendati begitu, dirinya berharap ada perhatian dari pemerintah setempat agar usaha ini bisa jauh lebih dikembangkan, terutama bagi ibu ibu rumah tangga yang ingin berpenghasilan lebih.

“Alhamdulillah dengan usaha ini saya bisa menghidupi kebutuhan ekonomi keluarga. Saya juga berharap agar pemerintah daerah mau membantu untuk lebih mengembangkan usaha kreasi bunga dari limbah plastik ini, agar lebih menjanjikan bagi masyarakat,” pintanya. (TAR)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY