Potensi Pengembalaan Sapi di Poso Luar Biasa

0
41
Foto: Proses inseminasi buatan yang disaksikan langsung di areal pengembalaan ternak sapi di Desa Didiri Kecamatan Pamona Timur (Foto: Kiriman Komisi II DPRD POso)

Dewan Dorong Pemkab Beri Perhatian Serius

DIDIRI, POSO RAYA – Keberadaan padang pengembalaan ternak sapi di Desa Didiri Kecamatan Pamona Timur seakan luput dari perhatian pemerintah. Padahal potensinya sangat luar biasa. Di areal padang yang luasnya mencapai 10 ribu hektar itu, potensi pengembangan peternakan di wilayah Kabupaten Poso, sangat menjanjikan.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Poso Iskandar Lamuka saat melakukan kunjungan kerja di areal padang pengembalaan ternak sapi baru baru ini. Turut serta dalam kunjungan itu, anggota Komisi II DPRD POso Hermawan Nggau, Abram Badilo, Ketua KTNA Syarifuddin Odjobolo dan Sekretaris Dinas Pertanian Poso Rita Pontoh.

Selama ini kata Iskandar, dewan tidak mengetahui berapa banyak sapi yang sudah dikembangkan sejak keberadaan padang pengembalaan itu. “Awalnya informasi yang kita peroleh, jumlah sapi yang ada mencapai 1000 ekor. Namun apakah jumlahnya bertambah atau malah berkurang kita tidak mengetahui,” ujarnya.

Padahal kata politisi Partai Demokrat itu, jika hal tersebut dikelola secara maksimal dan dengan menempatkan pendamping yang ahli dibidangnya, bukan tidak mungkin keberadaan kawasan pengembang biakan sapi tersebut, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah.
“Karena itu pemerintah harus memiliki strategi khusus untuk serius memperhatikan potensi yang luar biasa ini,” sebutnya.

Dewan sendiri kata Iskandar, setelah melihat langsung kondisi areal tersebut dan melakukan komunikasi dengan para peternak di lokasi pengembalaan, maka Dewan ingin mendorong agar ada pengalokasian anggaran yang memadai untuk menunjang agar potensi pengembalaan ternak sapi ini benar benar mampu menjadi kebanggaan Kabupaten Poso.

“Kita kan selama ini punya program bantuan pengadaan sapi. Apakah itu berkembang dengan baik atau tidak, itulah yang perlu kita ketahui,” tambahnya.

Di lokasi tersebut kata dia, selain ada program penggemukan sapi juga ada kegiatan inseminasi buatan (IB) dengan menyuntikkan hormon kepada sapi betina agar bunting.
Yang pasti kata dia, dengan memberikan perhatian dan anggaran yang memadai, pihaknya meyakini potensi pengembalaan ternak sapi yang ada mampu mendatangkan kesejahteraan bagi kelompok peternak dan menjadi sumber pendapatan asli daerah yang menjanjikan. (ULY)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY