Pemda Poso Bentuk Tim Terpadu Tangani Penyakit Schistosomiasis

0
49
Foto : Bupati Poso Darmin Sigilipu didampingi Kadis PU Faidul Keteng, Kadis Kesehatan dr.Taufan Karwur dan Kadis Pertanian Heningsih Tampai dalam Upaya penanganan penyakit Schistosomiasis

Target 3 Tahun Dapat Tuntaskan Penyakit Schistosomiasis

POSO RAYA -Dalam waktu dekat ini Pemda Poso akan segera membentuk tim terpadu terkait penanganan penyakit Schistosomiasis. Dimana penyakit tersebut disebabkan oleh keong pembawa penyakit yang hanya berada di wilayah kecamatan Lore bersaudara Kabupaten Poso.

Pembentukan tim terpadu ini disampaikan langsung oleh Bupati Poso, Darmin A.Sigilipu sepulangnya bersama rombongan dari China dalam rangka melakukan studi lapangan terkait penanganan penyakit Schistosomiasis yang dilaksanakan pemerintah China di negara itu.

“Yang jelas kenapa harus ke Negeri china, selain memang undangan oleh pihak WHO, pemerintah China oleh pihak WHO dinilai telah berhasil membasmi perkembangan penyakit Schistosomiasis ini,” ucap Darmin Sigilipu baru-baru ini.

Selain pemerintah Kabupaten Poso kata Darmin, pihak pemerintah Kabupaten Sigi juga di undang oleh pihak WHO dalam kegiatan yang sama. Hal ini karena penyakit yang berasal dari jenis keong hanya ada di wilayah Kabupaten Sigi dan Kabupaten Poso di Sulteng.

Dibentuknya tim terpadu dalam penanganan penyakit ini kata Bupati Darmin tidak terlepas dari apa yang sudah dilakukan pemerintah China. Adapun tim yang akan dibentuk terdiri dari instansi yang diundang pihak WHO ke negeri China yakni, Dinas kesehatan Poso, Dinas PU Poso, Dinas Pertanian Poso, Dinas Lingkungan Hidup Poso, serta Badan Penelitaian dan Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) kabupaten Poso.

Dikatakan Bupati Darmin, tim nantinya akan bekerja secara bersama sama secara tehnis, dalam mematikan mata rantai berkembang biaknya keong pembawa penyakit Schistosomiasis ini.

Lebih jauh dikatakan Darmin, habitat penyakit ini berada pada air yang tergenang serta daerah yang lembab. Olehnya kata dia, dengan sistim pertanian yang baik berupa jaringan irigasi yang baik maka langkah ini juga dapat mematikan bibit keong pembawa penyakit.

Cara lain dengan memanfaatkan lahan lahan yang selama ini menjadi tempat berkembangnya keong pembawa penyakit untuk diolah secara maksimal sehingga tidak menjadi tempat yang subur bagi perkembangan keong tersebut.

Olehnya kata Bupati Darmin dengan perencanaan, serta perbaikan infrastruktur irigasi yang baik serta pemanfaatan lahan yang optimal maka mata rantai perkembangan keong pembawa penyakit ini dapat diputus.

Ditambahkan Darmin, dengan adanya kerja sama tim yang terpadu pihaknya mentargetkan 2 hingga tiga tahun kedepan maka penyakit yang selama ini terabaikan sudah dapat di tangani hingga tuntas. (ULY)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY