Memprihatinkan, Bangunan SDN Kamba Rusak Total

0
66
Foto: Kondisi plafon atap ruang kelas SDN Kamba yang memprihatinkan (Foto: Andriyanto Pontara)

POSO RAYA– Kondisi infrastruktur untuk pendidikan di Indonesia, khususnya di kabupaten Poso, bisa dikatakan masih miris. Ini terbukti, masih ada bangunan sekolah yang tidak diperhatikan kondisinya. Seperti halnya yang terlihat pada bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kamba, kecamatan Pamona Timur.

Hasil pantauan Poso Raya saat berkunjung ke SDN Kamba, bagian luar maupun dalam ruangan, terlihat sangat memperihatinkan. Di berbagai sisi bangunan sudah berlubang-lubang yang ukurannya cukup besar. Begitupun dibagian plafon yang terlihat hancur total. Kondisi ini sudah hampir puluhan tahun. Ini membuat, proses belajar mengajar di sekolah tersebut, menjadi tidak nyaman.

Foto: Kepsek SDN Kamba Since Moenggo
Foto: Kepsek SDN Kamba Since Moenggo

Kepala SDN Kamba, Since Moenggo, saat dikonfirmasi mengatakan, tahun 2012, sudah ada tim dari Dinas Pendidikan Poso, datang berkunjung untuk melihat langsung kondisi sekolah tersebut. Rencananya dari hasil kunjungan tersebut, SDN Kamba akan mendapatkan bantuan dana untuk merehab bangunan.

“Tim dari dinas bilang, rehab bangunan belum bisa dilakukan, karena kondisi jalan menuju SDN Kamba, masih terhalang dengan aliran sungai. Kendaraan yang muat material, susah untuk melewati jalan tersebut. Harus ada jembatan dulu dibangun, untuk memudahkan pemuatan material. Sehingga saat itu, dana bantuan untuk rehab bangunan belum diturunkan,” jelas Since.

Namun jika melihat sungai yang dimaksud oleh tim dari Dinas Pendidikan Poso tersebut, tambah Since, aliran airnya tidak begitu deras. Malah sungai tersebut dikategorikan kecil. Murid-murid SDN Kamba melewati sungai tersebut setiap harinya dengan berjalan kaki, untuk bersekolah.

“Yah, karena itu sudah keputusan dari tim Dinas Pendidikan Poso, saya ikut saja. Padahal saat itu saya sudah betul-betul berharap, rehab bisa dilakukan. Agar proses belajar mengajar bisa nyaman,” tambah Since.

“Saat ini kami para guru pun belum memiliki ruangan sendiri. Saya sudah berapa kali juga ajukan proposal, untuk penambahan lokal bangunan. Namun hingga saat ini, belum ada juga jawaban dari proposal tersebut. Walaupun hanya dua bangunan lokal yang dibangunkan, dari empat yang saya ajukan lewat proposal, kami para guru sudah merasa bersyukur,” lanjut Since.

Mengenai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Since mengungkapkan, SDN Kamba menerima sekitar Rp40 juta. Itu juga digunakan untuk membayar gaji guru-guru honor yang ada serta keperluan sekolah lainnya.

“Guru di sini yang masuk ASN, hanya berjumlah dua orang. Sisanya masih berupa guru honorer. Malah terkadang, dana BOS tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Jadi saya sebagai kepala sekolah, menggunakan dana pribadi untuk menutupi kekurangan itu,” ungkap Since.

Since berharap, pemerintah daerah bisa memperhatikan kondisi bangunan SDN Kamba, yang bisa ambruk kapan saja. Bahkan saat proses belajar mengajar berlangsung.

“Sampai sekarang, belum ada dana bantuan lain dari pemerintah pusat maupun daerah yang masuk ke SDN Kamba, selain dana BOS. Padahal kami sangat berharap, proposal yang kami ajukan ditanggaapi secepatnya oleh pemerintah daerah. Sudah empat kali saya ajukan proposal yang sama, namun belum ada jawaban sampai sekarang dari Dinas Pendidikan. Jembatan yang awalnya jadi alasan, sudah mulai dibangun. Kepala desa Kamba, menganggarkannya lewat ADD dan DD. Agar murid-murid di SDN Kamba ini, bisa menggunakannya juga untuk sampai ke sekolah,” tutup Since. (YAN/PAN)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY