Wow, Batu Asal Poso Jenis Jesper Pamona Ditawar 1 Unit Avanza

0
54

POSO RAYA – Batu jenis Jesper Pamona Motif ditawar dengan 1 unit Avanza atau senilai Rp 150 juta saat ikut meramaikan kontes Liga batu Indonesia Part 2 yang diadakan di Hartono Trade Center Kota Solo pada tanggal 20-23 juli 2017.

Foto: Piagam penghargaan yang berhasil diraih (Foto: Dok.PR)
Foto: Piagam penghargaan yang berhasil diraih (Foto: Dok.PR)

Fenomena batu yang sempat ramai di Kabupaten Poso, meski saat ini sepi dan semakin menurun peminatnya, ini terjadi karena kurangnya daya tarik masyarakat terhadap batu sekarang ini. Namun disaat sepinya para Pencinta Batu, ternyata salah satu Batu Pamona asal Poso lagi eksis di luar.

Danny, pria rantau asal Desa Malei Kabupaten Poso yang sangat menyukai batu, merupakan salah satu peserta asal Poso yang mengikuti kontes liga batu indonesia yang diadakan di Kota Solo, tepatnya di Hartono Trade Center. Ia sangat bersyukur, karena batu asal Poso berhasil masuk dalam ketegori Jesper Pamona Motif dan menyabet juara satu sedangkan untuk juara dua batu tersebut masuk dalam kategori B.J.Non P.Hewan (batu bergambar) dan membawa pulang piala serta bonus yang cukup lumayan.

Bahkan, menurut Danny, batu Jesper Pamona miliknya sempat ditawar sejumlah kolektor dengan harga yang sangat fantastis, karena batu pamona ini sudah mempunyai kelas tersendiri untuk diperlombakan dalam kontes kontes skala ditingkat Nasional.

“Batu saya ini sempat ada yang menawar dengan satu unit Mobil Avanza atau senilai Rp 150 juta. Tapi, belum saya lepas, mungkin harganya belum cocok,” ujarnya lirih.

Dia juga menambahkan sekirannya ada lagi lomba kontes batu akik, nantinya batu akik Jesper Pamona miliknya akan diikut sertakan dalam kontes tersebut agar bisa mengangkat kembali jenis jenis batu yang ada di wilayah Kabupaten Poso.

Sementara Anca, seorang peminat batu akik di Poso mengakui bahwa peminat dan pecinta batu akik di Kabupaten Poso mulai berkurang bahkan sudah tidak ada lagi. “Namun saya berharap suatu saat batu akik bisa ramai dan bisa diadakan kontes kembali seperti kontes batu akik yang sudah pernah ada,” katanya. (DULA SAMBALADO)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY