Kasihan, Anggota Polisi Morowali Dipecat

0
95
Foto: AM salah seorang anggota Polres Morowali yang di PTDH karena dianggap melanggar kode etik Korsp Bhayangkara (Foto: Ivan/Tmg)

Langgar Kode Etik Profesi, Anggota Polres Morowali Dipecat

MORUT, POSO RAYA– Seorang anggota Polres Morowali dipecat dari kesatuannya lantaran melakukan pelanggaran kode etik di korps Bhayangkara tersebut. AM resmi menjadi warga sipil sejak Senin (21/8/2017) setelah dilakukan upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

PTDH terhadap AM dipimpin langsung oleh Kapolres Morowali AKBP Edward Indharmawan Eka Chandra yang disaksikan seluruh anggota Polres Morowali Senin pagi. Pemecatan ini berdasarkan rekomendasi PTDH yang diturunkan oleh Polda Sulteng setelah dilakukan sidang hingga banding oleh AM beberapa waktu terakhir.

Diketahui AM baru berdinas selama 10 bulan sejak tahun lalu di Polres Morowali akibat mendapatkan mutasi dari Polda Sulteng dan bertugas sebagai anggota Sat Sabhara. Pemecatan AM ini tentunya menjadi pelajaran bagi anggota Polri lainnya agar dalam bertugas menjunjung tinggi kode etik profesi sebagai penegak hukum.

Kapolres Edward mengatakan Kode Etik Profesi Polri (KEPP) adalah norma-norma atau aturan-aturan yang merupakan kesatuan landasan etik atau filosofis yang berkaitan dengan perilaku maupun ucapan mengenai hal-hal yang diwajibkan, dilarang, patut, atau tidak patut dilakukan oleh Anggota Polri dalam melaksanakan tugas, wewenang, dan tanggung jawab jabatan yang berfungsi sebagai pembimbing pengabdian, sekaligus menjadi pengawas hati nurani setiap anggota agar terhindar dari perbuatan tercela dan penyalahgunaan wewenang.

Perwira dua melati ini menyesalkan serta menyayangkan upacara seperti ini bisa terjadi di Polres Morowali, namun secara terpaksa harus dilakukan, ini disebabkan karena perbuatan anggota itu sendiri sehingga tidak layak lagi menyandang status Polisi.

“Sebelumnya pimpinan sudah berkali-kali mengingatkan kepada seluruh personel, agar selaku insan Polri dituntut melaksanakan tugas dengan baik dan penuh disiplin tetapi peringatan tersebut selalu kita abaikan dan bahkan kita anggap remeh, sehingga akibatnya kita sendiri juga yang harus menanggungnya” ujarnya.

Dia pun berpesan dan mengajak agar peristiwa ini hendaknya dapat dijadikan contoh dan pelajaran sehingga dalam pelaksanaan tugas kedepan kita tunjukkan disiplin utamakan kepentingan dinas daripada kepentingan pribadi, apabila ada kesulitan baik dalm tugas maupun kesulitan ataupun masalah pribadi jangan dipendam sendiri, laporkan kepada pimpinan untuk diberikan solusinya dengan demikian serumit apapun persoalan dapat diatasi.

Kapolres memerintahkan para Kepala Satuan agar senantiasa open dan selalu memonitor anggotanya baik dalam pelaksanaan tugas maupun diluar tugas agar sekecil apapun masalah yang diperbuat anak buahnya dapat di monitor dan sekaligus dapat dicarikan solusinya. (Van/tmg)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY